ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Mantan Menhan Israel Tuduh Militer Negaranya Lakukan Genosida di Gaza

Minggu, 1 Desember 2024 | 13:28 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Mantan Menhan Israel Moshe Yaalon menuduh militer Israel melakukan genosida di Gaza.
Mantan Menhan Israel Moshe Yaalon menuduh militer Israel melakukan genosida di Gaza. (Twitter.com/@arabnews)

Yerusalem, Beritasatu.com - Mantan Menteri Pertahanan (Menhan) Israel Moshe Yaalon, pada hari Sabtu (30/11/2024), menuduh tentara Israel melakukan genosida di Gaza. Pernyataannya ini memicu kemarahan pejabat pemerintah Israel.

"Jalan yang kita lalui adalah penaklukan, aneksasi, dan pembersihan etnis," kata Moshe Yaalon dalam sebuah wawancara di saluran swasta DemocratTV.

Moshe Yaalon menjelaskan penilaiannya terhadap genosida di Gaza. "Apa yang terjadi di sana? Tidak ada lagi Beit Lahia, tidak ada lagi Beit Hanoun, tentara campur tangan di Jabalia dan pada kenyataannya tanah itu sedang dibersihkan dari orang Arab (warga Palestina),” katanya.

ADVERTISEMENT

Bagian utara Jalur Gaza, yang mencakup wilayah yang disebutkan Yaalon, telah menjadi sasaran serangan militer Israel sejak 6 Oktober 2024 yang bertujuan untuk mencegah kelompok milisi Palestina Hamas berkumpul kembali.

Moshe Yaalon (74 tahun), adalah mantan panglima Israel antara tahun 2002 dan 2005, tepat sebelum penarikan sepihak Israel dari Gaza.

Ia menjabat sebagai menteri pertahanan dan wakil perdana menteri sebelum mengundurkan diri pada tahun 2016 karena perbedaan pendapat dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Menteri Keamanan Dalam Negeri Itamar Ben Gvir mengatakan bahwa memalukan bagi Israel untuk memiliki sosok seperti panglima militer dan menteri pertahanan. Sementara Partai Likud pimpinan Benjamin Netanyahu, tempat Moshe Yaalon dulu menjadi anggota, mengecam pernyataan tersebut.

Mereka menyebut pernyataan terjadinya genosida di Gaza sebagai “hadiah” untuk ICC dan kubu musuh Israel.

Pernyataan itu merujuk pada Pengadilan Kriminal Internasional, yang telah mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Netanyahu dan mantan menteri pertahanannya Yoav Gallant atas dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan perang di Gaza.

Perang di Gaza pecah setelah serangan milisi Hamas pada 7 Oktober 2023 ke Israel selatan. Sebanyak 1.207 orang tewas dalam serangan Hamas ini. Sebagai balasan, Israel telah menewaskan 44.382 orang di Jalur Gaza.

Jumlah korban tewas ini diungkapkan otoritas kesehatan Hamas di Gaza, dan dianggap PBB dapat diandalkan. Pada awal November, sebuah komite khusus PBB menyatakan tindakan perang Israel konsisten dengan karakteristik genosida di Gaza.

Israel menolak penilaian PBB terkait genosida di Gaza dan menyatakan itu merupakan rekayasa anti-Israel.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Ancaman Nyata Genosida

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Ancaman Nyata Genosida

INTERNASIONAL
Genosida di Gaza, Turki Keluarkan Surat Perintah Penangkapan Netanyahu

Genosida di Gaza, Turki Keluarkan Surat Perintah Penangkapan Netanyahu

INTERNASIONAL
Aksi Indonesia Melawan Genosida Gaza Digelar di Jakarta Besok

Aksi Indonesia Melawan Genosida Gaza Digelar di Jakarta Besok

JAKARTA
Pembajakan Kapal Flotilla Dinilai Bentuk Genosida Sistematis

Pembajakan Kapal Flotilla Dinilai Bentuk Genosida Sistematis

INTERNASIONAL
Puan Surati Sekjen PBB agar Gelar Sidang Darurat Stop Genosida di Gaza

Puan Surati Sekjen PBB agar Gelar Sidang Darurat Stop Genosida di Gaza

NASIONAL
Israel Kembali Bunuh 63 Warga Gaza setelah Umumkan Jeda Kemanusiaan

Israel Kembali Bunuh 63 Warga Gaza setelah Umumkan Jeda Kemanusiaan

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon