ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Perang Suriah: Bashar Assad Kabur dari Damaskus, Pemberontak Kuasai Homs dan Mendekat ke Ibu Kota

Minggu, 8 Desember 2024 | 11:33 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Presiden Suriah Bashar Assad.
Presiden Suriah Bashar Assad. (AP/AP)

Damaskus, Beritasatu.com – Perang Suriah memasuki babak genting setelah Presiden Suriah Bashar Assad dilaporkan meninggalkan Damaskus pada Minggu (8/12/2024) menuju lokasi yang tidak diketahui. Sementara beredar kabar bahwa pasukan pemberontak telah mendekat ke ibu kota Damaskus tanpa perlawanan berarti. 

Dua perwira senior militer mengonfirmasi informasi ini kepada Reuters. Sementara itu ribuan warga di Kota Homs berkumpul merayakan kejatuhan rezim Assad.

Di alun-alun utama Kota Homs, massa meneriakkan "kebebasan" dan merayakan berita pembebasan tahanan dari penjara militer Sednaya, yang terkenal sebagai tempat penahanan ribuan orang oleh rezim Assad.

ADVERTISEMENT

Sebuah pesawat maskapai Syrian Air terlihat meninggalkan Bandara Damaskus pada waktu yang bersamaan dengan laporan pemberontak yang menguasai kota itu. Pesawat sempat mengarah ke wilayah pesisir, benteng sekte Alawite Assad, sebelum berbalik arah dan menghilang dari radar, menurut data Flightradar.

Pemberontak Suriah telah mengumumkan keberhasilan mereka menguasai kota Homs hanya dalam satu hari pertempuran, yang menandai pukulan besar bagi kekuasaan Assad yang telah berlangsung selama 24 tahun. Kota Homs, yang dianggap sebagai jantung strategis Suriah, menjadi simbol kuat kebangkitan gerakan pemberontak.

Suasana Kota Damaskus tampak lenggang pada Sabtu 7 Desember 2024. - (AP/AP)
Suasana Kota Damaskus tampak lenggang pada Sabtu 7 Desember 2024. - (AP/AP)

Di Homs, ribuan warga turun ke jalan, merayakan kemenangan dengan meneriakkan "Assad pergi, Homs bebas". Patung Hafez al-Assad, ayah Bashar Assad, dirobohkan di salah satu pinggiran kota. Pasukan pemberontak Suriah kemudian membebaskan ribuan tahanan dari penjara kota setelah pasukan keamanan melarikan diri.

Komandan Hayat Tahrir al-Sham Abu Mohammed al-Golani menyebut perebutan Homs sebagai "momen bersejarah" dan mendesak pejuangnya untuk tidak menyakiti mereka yang menyerah.

Jatuhnya Homs membuka jalan bagi pemberontak untuk memisahkan Damaskus dari wilayah pesisir, tempat sekutu Assad seperti Rusia memiliki pangkalan militer utama. Hal ini sekaligus menciptakan ancaman serius terhadap kelangsungan kekuasaan rezim Assad.

Pemberontak kini dilaporkan tengah memperkuat kendali atas perdesaan sekitar Damaskus. "Kami sedang dalam operasi pembebasan penuh pedesaan dan mempersiapkan langkah menuju ibu kota," ujar komandan pemberontak Hassan Abdul Ghani.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon