Temuan Kuburan Massal di Suriah Berisi 100.000 Jenazah Korban Kekejaman Rezim Assad
Rabu, 18 Desember 2024 | 09:10 WIB
Damaskus, Beritasatu.com - Sebuah kuburan massal yang mengerikan ditemukan di dekat Kota Damaskus, Suriah, pada Senin (16/12/2024). Kuburan massal Suriah ini diperkirakan berisi sekitar 100.000 jenazah korban kekejaman pemerintahan rezim Bashar Assad.
Informasi ini diungkapkan oleh Mouaz Moustafa, kepala organisasi advokasi Syrian Emergency Task Force yang berbasis di Amerika Serikat, pada Selasa (17/12/2024).
Menurut Moustafa, kuburan massal Suriah tersebut terletak di al-Qutayfah, sekitar 40 km sebelah utara Damaskus. Penemuan ini merupakan salah satu dari lima kuburan massal yang berhasil ditemukan dalam beberapa tahun terakhir. "Hitungan kasarnya diperkirakan ada sekitar 100.000 jenazah," ujar Moustafa.
"Itu adalah perkiraan jumlah yang sangat minim,” lanjutnya.
Moustafa juga meyakini bahwa masih ada kuburan massal Suriah lain yang belum ditemukan. Selain jenazah warga Suriah, turut ditemukan pula jenazah warga Amerika Serikat, Inggris, dan negara asing lainnya yang menjadi korban.
Hingga saat ini, Reuters belum dapat mengonfirmasi klaim Moustafa secara independen. Namun, sejak dimulainya perang sipil Suriah pada tahun 2011, ratusan ribu orang telah tewas dalam konflik yang dipicu oleh protes anti-pemerintahan Assad.
Selama masa pemerintahannya, Bashar Assad dan ayahnya, Hafez Assad, yang memimpin hingga tahun 2000, dikenal menjalankan rezim dengan tangan besi. Kelompok hak asasi manusia menuding rezim Assad melakukan pembantaian terhadap para penentangnya, termasuk melalui eksekusi massal di sistem penjara yang brutal.
Perang saudara Suriah yang berlangsung lebih dari 13 tahun akhirnya berakhir setelah Damaskus dikuasai oleh pasukan pemberontak pada 8 Desember 2024 lalu. Assad dikabarkan melarikan diri ke Moskwa, Rusia. Saat ini, proses transisi pemerintahan tengah berlangsung secara damai di Suriah.
Moustafa, yang menyambangi Suriah setelah Assad melarikan diri, menyatakan bahwa jenazah-jenazah yang ditemukan merupakan korban penyiksaan hingga tewas di penjara-penjara rezim Assad. Menurutnya, jenazah-jenazah tersebut dikumpulkan oleh intelijen Suriah dari rumah sakit militer, dimasukkan ke dalam peti kemas berpendingin, dan akhirnya dijejalkan ke lubang kuburan massal.
Ia juga mengungkapkan bahwa timnya telah mendapatkan pengakuan dari saksi, termasuk seorang sopir buldozer yang terlibat dalam penggalian lubang kuburan. Sopir tersebut mengaku sering diperintahkan untuk memadatkan jenazah agar muat dalam lubang, lalu menimbunnya dengan tanah.
Penemuan kuburan massal Suriah ini menjadi pengingat akan kekejaman perang yang telah berlangsung selama bertahun-tahun di negara tersebut dan dampak tragisnya terhadap kemanusiaan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




