ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pelaku Serangan di Pasar Natal Jerman Miliki Islamofobia

Minggu, 22 Desember 2024 | 07:34 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Warga Jerman berkumpul di luar Katedral Magdeburg mengikuti upacara peringatan bagi para korban serangan Pasar Natal pada hari Jumat, di Magdeburg.
Warga Jerman berkumpul di luar Katedral Magdeburg mengikuti upacara peringatan bagi para korban serangan Pasar Natal pada hari Jumat, di Magdeburg. (AP/AP)

Magdeburg, Beritasatu.com - Seorang warga Arab Saudi bernama Taleb al-Abdulmohsen menjadi tersangka utama dalam serangan mematikan di pasar Natal di Magdeburg, Jerman, pada Jumat (20/12/2024) malam. Serangan ini menewaskan lima orang dan melukai 205 lainnya, termasuk seorang anak berusia sembilan tahun. 

Kanselir Jerman, Olaf Scholz, mengecam insiden tersebut sebagai tragedi mengerikan dan gila.

SUV yang dikemudikan Abdulmohsen melaju kencang menabrak kerumunan di pasar Natal, meninggalkan jejak kehancuran di tengah kios-kios tradisional yang menjual kerajinan tangan dan makanan. Serangan di pasar Natal Jerman ini terjadi hanya beberapa hari sebelum Natal dan delapan tahun setelah serangan serupa di Berlin.

ADVERTISEMENT

Polisi masih menyelidiki motif di balik tindakan serangan di pasar Natal Jerman yang dilakukan Abdulmohsen. Laporan awal menyebutkan bahwa pria berusia 50 tahun ini memiliki pandangan anti-Islam (Islamofobia) dan kerap mengkritik kebijakan migrasi Jerman. 

Menteri Dalam Negeri Nancy Fraser menyebut bahwa pandangannya penuh dengan kebencian terhadap Islam. Di sisi lain, unggahan media sosial Abdulmohsen menunjukkan ia merasa frustrasi terhadap otoritas Jerman. 

"Apakah ada jalan menuju keadilan di Jerman tanpa meledakkan kedutaan atau membantai warga negara secara acak?" demikian salah satu unggahan pelaku serangan di pasar Natal Jerman.

Abdulmohsen, yang sebelumnya dikenal sebagai dokter psikiatri dan berpaham ateis. Ia pernah membantu wanita Saudi melarikan diri dari negara asal mereka. Namun, ia juga mengecam kebijakan suaka Jerman yang dianggapnya terlalu permisif terhadap pengungsi dari negara-negara mayoritas muslim.

Harian Die Welt melaporkan bahwa penilaian risiko terhadap Abdulmohsen dilakukan tahun lalu oleh polisi federal dan negara bagian. Namun, ia dinilai tidak menimbulkan bahaya khusus pada waktu itu.

Sementara itu, Kanselir Olaf Scholz, bersama Presiden Frank-Walter Steinmeier, mengunjungi lokasi serangan pada Sabtu. Mereka meletakkan bunga di gereja Johanneskirche, tempat upacara peringatan diadakan. 

Scholz berjanji bahwa Jerman akan merespons serangan ini dengan kekuatan hukum penuh. "Kita harus bersatu dan memastikan bahwa kebencian tidak mendominasi kehidupan kita bersama," ujarnya.

Presiden AS Joe Biden dan Paus Fransiskus juga menyampaikan belasungkawa atas tragedi ini. Biden menegaskan bahwa tidak ada keluarga atau masyarakat yang seharusnya menghadapi kekejian seperti ini, terutama menjelang perayaan penuh sukacita dan damai.

Rekaman video menunjukkan sebuah BMW hitam melaju dengan kecepatan tinggi menabrak kerumunan. Tubuh-tubuh berjatuhan di antara kios-kios pesta. Pada hari berikutnya, lokasi kejadian ditutup dengan puing-puing dan bahan medis yang berserakan, sementara pohon Natal raksasa berdiri dengan sunyi di tengah-tengahnya.

Tragedi serangan di pasar Natal Jerman ini menambah daftar panjang insiden kekerasan di negara yang masih bergulat dengan isu keamanan dan migrasi. Pemerintah Jerman menyerukan persatuan untuk menghadapi tantangan ini.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon