ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pohon Natal Ramping Kini Tren di Negara Barat dan Jadi Pilihan Selebritas

Selasa, 24 Desember 2024 | 17:39 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Tren pohon Natal ramping di negara Barat.
Tren pohon Natal ramping di negara Barat. (YouTube.com/Everyday Heidi)

London, Beritasatu.com - Ketika ukuran rumah modern semakin kecil, banyak orang Barat kini lebih memilih pohon Natal ramping yang memakan lebih sedikit ruang dibandingkan pohon tradisional. Pengecer pohon Natal melaporkan bahwa pohon tinggi dan ramping menjadi tren utama tahun ini.

“Bayangkan betapa besar layar TV saat ini dibandingkan 15 tahun lalu. Masyarakat kini lebih memprioritaskan layar TV daripada pohon besar,” kata Oliver Combe, pemilik perusahaan distribusi pohon Natal York di Inggris selama 40 tahun terakhir.

Tren pohon Natal ramping ini juga populer di media sosial dengan sebutan "treezempic," plesetan dari nama obat diabetes Ozempic yang terkenal karena digunakan untuk menurunkan berat badan. Selebritas seperti Kelly Ripa dan Kim Kardashian ikut mendukung tren ini. 

ADVERTISEMENT

Ripa mengungkapkan bahwa dirinya memilih pohon Natal ramping karena pohon besar tidak muat di ruang tamunya. Sementara itu, Kim Kardashian memilih menempatkan banyak pohon kecil di setiap ruangan daripada satu pohon besar.

Data dari jaringan ritel Inggris John Lewis menunjukkan penurunan penjualan pohon Natal besar dengan tinggi 1,8 m dan 2,1 m masing-masing sebesar 13% dan 6%, sementara penjualan pohon dengan tinggi di bawah 1,8 m meningkat hingga 55%. Hal ini sejalan dengan data yang menunjukkan bahwa ukuran ruang tamu di rumah baru di Inggris telah menyusut dari rata-rata 29 meter persegi pada tahun 1970 menjadi hanya 17 meter persegi sejak 2010.

Melissa Mills, wakil presiden manajemen merchandising di pengecer AS Michaels, mencatat bahwa penjualan pohon Natal ramping melebihi ekspektasi, dengan berbagai model yang terjual habis dalam waktu singkat. Christmas Tree World, perusahaan distribusi pohon Natal di Wigan, Inggris, melaporkan peningkatan penjualan pohon pensil hingga 35%. Selain itu, pohon "setengah" yang dapat disandarkan ke dinding juga menjadi sangat populer.

Pohon Natal ramping ini tidak hanya cocok untuk ruangan kecil tetapi juga lebih ramah di kantong. Menurut desainer interior Reeves Connelly, tren ini mencerminkan pergeseran gaya hidup konsumen menuju solusi liburan yang lebih praktis dan berkelanjutan.

“Banyak anak muda tidak memiliki ruang atau kebutuhan untuk membeli pohon besar. Tren pohon Natal ramping ini juga mencerminkan sikap terhadap perekonomian, di mana orang lebih berhati-hati mengeluarkan uang untuk hal jangka pendek,” ujar Connelly.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon