ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

DPR Serbia Dihantam Bom Asap, 3 Anggota Terluka dalam Kekacauan

Rabu, 5 Maret 2025 | 11:46 WIB
WT
WT
Penulis: Wahyu Sahala Tua | Editor: WS
DPR Serbia dihantam bom asap dalam insiden yang memicu kekacauan di gedung parlemen pada Selasa (5/3/2025).
DPR Serbia dihantam bom asap dalam insiden yang memicu kekacauan di gedung parlemen pada Selasa (5/3/2025). (AP/RTS Serbia)

Jakarta, Beritasatu.com -  DPR Serbia dihantam bom asap dalam insiden yang memicu kekacauan di gedung parlemen pada Selasa (5/3/2025). Sedikitnya tiga anggota parlemen terluka, salah satunya dalam kondisi serius. Situasi semakin memanas setelah pelemparan suar dan aksi protes oposisi di tengah sidang.

Sidang hari itu awalnya dijadwalkan untuk membahas peningkatan pendanaan pendidikan tinggi. Namun, ketegangan meningkat ketika oposisi yang datang ke gedung parlemen menuduh koalisi yang berkuasa berusaha mengesahkan sejumlah keputusan lain tanpa proses yang transparan. Mereka bersikeras bahwa sebelum ada keputusan baru, parlemen harus lebih dulu mengonfirmasi pengunduran diri Perdana Menteri Milos Vucevic dan pemerintahannya.

“Sekitar satu jam setelah sidang dimulai, suasana berubah menjadi ricuh. Anggota parlemen oposisi meniup peluit dan mengangkat spanduk bertuliskan “Serbia telah bangkit agar rezim ini tumbang!” Sementara itu, ratusan pendukung oposisi berkumpul di luar gedung parlemen untuk memprotes pemerintahan yang dianggap korup,” tulis AP, Rabu (5/3/20250. 

Ketegangan mencapai puncaknya ketika terjadi perkelahian di dalam ruang sidang, diikuti pelemparan bom asap dan suar. Rekaman video menunjukkan kekacauan tersebut, dengan anggota parlemen saling dorong dan melempar berbagai benda, termasuk telur dan botol air.

ADVERTISEMENT

Sebanyak tiga orang dilaporkan terluka dalam insiden ini, termasuk anggota parlemen Jasmina Obradovic yang harus dilarikan ke rumah sakit. Ketua parlemen Ana Brnabic mengecam oposisi dan menyebut mereka sebagai "geng teroris."  Sementara itu, Menteri Pertahanan Bratislav Gasic menilai aksi ini sebagai bentuk vandalisme politik.

Presiden Serbia Aleksandar Vucic mengunjungi Obradovic di rumah sakit dan menunjukkan dukungannya. “Jasmina akan menang, Serbia akan menang,” tulisnya di Instagram, sembari membagikan foto dirinya menggenggam tangan Obradovic.

Sementara AP menyebutkan bahwa kekacauan di parlemen mencerminkan ketegangan politik yang semakin memuncak di Serbia. Negara ini telah mengalami gelombang protes besar selama beberapa bulan terakhir, dipicu oleh dugaan korupsi dalam pemerintahan.

Salah satu isu utama yang diangkat dalam sidang parlemen adalah peningkatan dana pendidikan tinggi, yang menjadi tuntutan utama para mahasiswa dalam aksi demonstrasi mereka. Sejak insiden runtuhnya kanopi stasiun kereta di Novi Sad pada November 2024  lalu yang menewaskan 15 orang, mahasiswa telah menjadi motor utama protes anti-korupsi yang berlangsung hampir setiap hari.

Oposisi menegaskan bahwa pemerintahan saat ini tidak memiliki legitimasi untuk mengesahkan undang-undang baru. Anggota parlemen oposisi Radomir Lazovic menegaskan bahwa mereka siap mendukung kebijakan pendidikan yang diminta mahasiswa, tetapi menolak keputusan lain yang diajukan pemerintah.

“Satu-satunya yang bisa kami bahas adalah kejatuhan pemerintahan ini,” ujar Lazovic. Ia mendorong pembentukan pemerintahan transisi yang akan menjamin pemilu yang bebas dan adil, sesuatu yang terus ditolak oleh partai berkuasa.

DPR Serbia dihantam bom asap di tengah sidang yang seharusnya membahas masa depan pendidikan, tetapi justru memperlihatkan bagaimana krisis politik di negara ini semakin dalam. Ketidakpuasan publik terhadap pemerintah terus meningkat, terutama terkait dugaan korupsi dalam proyek infrastruktur yang berujung pada tragedi di Novi Sad. Ketika ketegangan politik semakin memanas, masa depan Serbia masih diliputi ketidakpastian.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon