Pencarian MH370 Dimulai Lagi, Teknologi Canggih Dikerahkan
Senin, 24 Maret 2025 | 08:31 WIB
Kuala Lumpur, Beritasatu.com - Lebih dari 11 tahun setelah hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370, pemerintah Malaysia telah menyetujui pencarian baru untuk menemukan puing-puing pesawat yang hilang. Malaysia mengumumkan inisiatif pencarian MH370 tahun lalu, satu dekade setelah tragedi yang merenggut nyawa 239 orang.
Perusahaan eksplorasi dasar laut, Ocean Infinity, yang sebelumnya melakukan pencarian MH370 pada 2018, kini telah mendapatkan persetujuan prinsip dari pemerintah Malaysia untuk memulai pencarian baru.
Saat ini, Ocean Infinity telah kembali ke Samudra Hindia bagian selatan, sekitar 1.500 km sebelah barat Perth, Australia, dengan serangkaian peralatan berteknologi tinggi terbaru.
Ocean Infinity dikenal sebagai perusahaan yang ahli dalam eksplorasi bawah laut. Sebelumnya, pada 2018, mereka berhasil menemukan kapal selam angkatan laut Argentina yang hilang di kedalaman hampir 1.000 meter di Samudra Atlantik. Pada Oktober 2023, mereka juga menemukan puing kapal Angkatan Laut AS yang telah tenggelam selama 78 tahun.
Area pencarian MH370 terkini kira-kira seluas Kota Sydney. Lokasi ini diidentifikasi berdasarkan analisis cuaca, data satelit, serta lokasi puing-puing yang telah ditemukan di sepanjang pantai Afrika dan pulau-pulau di Samudra Hindia.
Dalam misi ini, Ocean Infinity akan mengerahkan Armada 7806, kapal pendukung lepas pantai sepanjang 78 meter yang dibangun oleh perusahaan Norwegia, Vard, pada 2023. Kapal ini dilengkapi dengan armada kendaraan bawah air otonom (AUV) produksi Kongsberg, yang mampu beroperasi hingga kedalaman 6.000 meter selama 100 jam nonstop.
Teknologi sonar yang digunakan meliputi:
- - Sonar Sidescan: Menghasilkan gambar beresolusi tinggi dari dasar laut.
- Sonar Synthetic Aperture: Menggabungkan beberapa ping sonar untuk pemetaan lebih luas dan detail.
- Sonar Multibeam: Memetakan topografi dasar laut dengan sinar sonar berbentuk kipas.
- Sonar Profil Sub-dasar: Menembus dasar laut untuk mengungkap struktur geologi dan objek terkubur.
Jika target potensial ditemukan menggunakan sonar, sistem kamera dan lampu akan digunakan untuk memverifikasi dan mengidentifikasi puing.
Sejak pencarian MH370 terakhir pada 2018, Ocean Infinity telah meningkatkan kemampuan robotik kelautan dan analisis data mereka. Kini, mereka dapat mengerahkan beberapa kendaraan bawah laut sekaligus untuk mempercepat pencarian.
Namun, kondisi pencarian diperkirakan menantang. Cuaca buruk di permukaan laut dan medan dasar laut yang curam bisa menjadi hambatan signifikan. Operasi ini diperkirakan berlangsung hingga 18 bulan, dengan periode cuaca terbaik antara Januari dan April.
Jika Ocean Infinity berhasil menemukan reruntuhan MH370, pemerintah Malaysia akan membayar mereka US$ 70 juta. Langkah selanjutnya adalah mengevakuasi kotak hitam pesawat untuk mengungkap misteri yang menyelimuti tragedi ini.
Sebaliknya, jika pencarian MH370 gagal, perusahaan tidak akan menerima pembayaran, dan investigasi harus kembali ke titik awal.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




