China Tolak Kesepakatan TikTok AS Gara-gara Tarif Impor
Sabtu, 5 April 2025 | 14:39 WIB
Beijing, Beritasatu.com - Otoritas China resmi menolak menyetujui rencana pemisahan aset TikTok di Amerika Serikat, menyusul kebijakan tarif impor baru yang diumumkan oleh Presiden Donald Trump.
Informasi ini dilaporkan oleh Reuters, mengutip dua sumber yang mengetahui langsung negosiasi antara kedua negara.
Menurut laporan tersebut, kesepakatan pemisahan aset TikTok sebenarnya sudah hampir final pada 2 April 2025, yang mencakup rencana memisahkan operasional TikTok di Amerika ke dalam entitas baru berbasis di AS. Mayoritas saham perusahaan baru tersebut akan dimiliki oleh investor asal Amerika Serikat, sementara ByteDance, induk perusahaan TikTok yang berbasis di China, disebut masih akan memegang 20% saham.
Kesepakatan itu disebut telah disetujui oleh investor lama dan baru TikTok, termasuk oleh ByteDance dan otoritas Amerika Serikat. Namun, perkembangan terbaru kebijakan tarif impor AS justru menggagalkan finalisasi perjanjian tersebut.
Pada Jumat (4/4/2025), Presiden Donald Trump mengumumkan akan menandatangani perintah eksekutif yang memungkinkan TikTok tetap beroperasi di AS selama 75 hari ke depan, sembari negosiasi akuisisi terus berjalan.
Di saat yang sama, ByteDance menyampaikan bahwa mereka tengah menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah AS guna mencari solusi terbaik atas kelangsungan operasional TikTok di wilayah Amerika.
Penolakan dari China disebut terjadi setelah Presiden Trump menandatangani perintah eksekutif pada Rabu (2/4/2025) lalu yang menetapkan tarif impor sebesar 10% untuk seluruh barang impor ke AS, efektif mulai Sabtu (5/4/2025).
Selain itu, Trump juga mengumumkan akan menerapkan tarif resiprokal yang lebih tinggi terhadap negara-negara dengan defisit perdagangan terbesar terhadap AS, yang akan berlaku mulai 9 April 2025.
Menurut laporan NBC News, pengumuman tarif impor tersebut telah mengganggu kesepakatan pemisahan TikTok, yang sebelumnya disebut telah mendapatkan lampu hijau dari pemerintah China.
Kini, masa depan TikTok di AS kembali dipertanyakan, di tengah tensi geopolitik dan perang dagang yang terus meningkat antara dua negara ekonomi terbesar dunia tersebut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




