ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Makin Panas, Tarif Impor Barang dari China ke AS Kini 145 Persen

Jumat, 11 April 2025 | 10:57 WIB
H
H
Penulis: Herman | Editor: HE
Ilustrasi perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China
Ilustrasi perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China (AP Photo/Andy Wong)

Jakarta, Beritasatu.com - Gedung Putih pada Kamis (10/4/2025) menegaskan bahwa tarif impor minimum terhadap semua barang dari China ke Amerika Serikat (AS) kini menjadi 145%. Pernyataan ini merupakan klarifikasi atas pengumuman Presiden AS Donald Trump sehari sebelumnya yang menyebut tarif impor untuk barang dari China naik menjadi 125%.

Menurut pejabat Gedung Putih, dikutip dari New York Times, tarif 125% yang diumumkan Rabu lalu adalah tambahan dari tarif 20% yang sebelumnya sudah dikenakan terhadap produk China. Kebijakan ini diberlakukan sebagai bentuk hukuman atas dugaan peran China dalam memasok fentanil ke Amerika Serikat.

Kenaikan ini merupakan lonjakan drastis terhadap negara yang menjadi salah satu pemasok utama barang-barang konsumsi di AS. China adalah negara sumber impor terbesar kedua bagi Amerika, terutama untuk produk seperti ponsel, mainan, komputer, dan barang elektronik lainnya.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, angka 145% ini bukan batas maksimum, melainkan tarif minimum. Tarif ini ditambahkan di atas berbagai kebijakan perdagangan sebelumnya yang telah diberlakukan Trump.

Tarif impor yang tinggi ini merupakan jawaban dari Trump karena China melakukan balasan dengan menaikkan tarif impor barang dari AS. Diketahui, China membalas dengan tarif sebesar 34% untuk barang impor dari AS. Film-film dari AS juga terancam tidak bisa diputar di China.

Perubahan tarif impor yang cepat dan mendadak untuk barang dari China ini menimbulkan kebingungan besar di kalangan importir, baik dari sektor ritel besar maupun pelaku usaha kecil. Perbedaan tarif dari 125% menjadi 145% bisa berdampak signifikan terhadap biaya impor satu kontainer barang, yang nilainya bisa mencapai ribuan dolar AS.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon