ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Perang Dagang Memanas, China 'Manfaatkan' Tarif Trump untuk Melawan

Jumat, 11 April 2025 | 12:42 WIB
HH
HH
Penulis: Harumbi Prastya Hidayahningrum | Editor: HP
Ilustrasi perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China
Ilustrasi perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China (AP Photo/Andy Wong)

Jakarta, Beritasatu.com - Perang dagang antara AS dan China kini semakin memanas setelah Presiden Donald Trump menaikkan tarif resiprokal menjadi 125% kepada negeri Tirai Bambu itu.

Hal itu terjadi hanya berselang beberapa jam seusai China mengumumkan tarif bea masuk 84% atas barang-barang AS.

Fokus AS yang hanya menyasar China dinilai telah mengabaikan negara-negara utama mitra dagang yang dapat menguatkan posisi negara Paman Sam itu.

ADVERTISEMENT

Selama lebih dari satu dekade, para pemimpin AS, termasuk Trump telah mencoba mengubah arah ekonomi, strategi keamanan dan aliansi negara tersebut untuk menghadapi kebangkitan China.

Namun, tarif baru Trump dianggap telah memberikan China peluang untuk lolos dari tekanan AS selama bertahun-tahun.

Melansir dari AP News, pada pekan ini, Trump semakin gencar menekan China melalui kebijakan tarif impornya, bahkan ketika ia menunda tarif terhadap negara-negara mitra dagang lainnya selama 90 hari.

Ancaman ekonomi yang tak terkendali terhadap sekutu dan mitra AS telah mengganggu perdagangan global dan menimbulkan dampak buruk lainnya.

Saat Trump menerapkan proteksionisme, China justru menyatakan bahwa pasarnya akan terbuka lebar, sehingga negara-negara di dunia bisa mengandalkan negara tersebut untuk stabilitas.

Perang dagang antara AS dan China menimbulkan kedua negara saling berebut posisi, mengeksploitasi kelemahan dan memperoleh pengaruh yang lebih besar dalam dunia global.

"Dunia harus menegakkan keadilan dan menolak hegemonisme," bunyi pernyataan pemerintah China yang diduga ditujukan untuk AS.

"Sebagai ekonomi dan pasar terbesar kedua untuk barang-barang konsumen, China berkomitmen untuk membuka diri lebih lebar lagi kepada dunia, tidak peduli bagaimana situasi internasional berubah," lanjutnya.

Eskalasi perang dagang AS dan China ini tak hanya membuat ekonomi global bergejolak, tetapi juga meningkatkan kekhawatiran terkait kondisi geopolitik saat ini.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Trump Ancam Naikkan Tarif Otomotif Uni Eropa Jadi 25 Persen

Trump Ancam Naikkan Tarif Otomotif Uni Eropa Jadi 25 Persen

EKONOMI
China Sebut Putusan MA Amerika Serikat Soal Tarif Trump Sinyal Positif

China Sebut Putusan MA Amerika Serikat Soal Tarif Trump Sinyal Positif

EKONOMI
Ancaman AS Ambil Alih Greenland Picu Isu Perang Dagang

Ancaman AS Ambil Alih Greenland Picu Isu Perang Dagang

EKONOMI
Akhir Negosiasi Trump dengan Xi Jinping, Siapa yang Paling Untung?

Akhir Negosiasi Trump dengan Xi Jinping, Siapa yang Paling Untung?

INTERNASIONAL
Trump Naikkan Tarif 10 Persen untuk Kanada gara-gara Iklan Reagan

Trump Naikkan Tarif 10 Persen untuk Kanada gara-gara Iklan Reagan

INTERNASIONAL
Perang Tarif AS–China Makin Sengit, Ekonomi Global Terancam Melambat

Perang Tarif AS–China Makin Sengit, Ekonomi Global Terancam Melambat

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon