Kesaksian Dokter yang Dampingi Paus Fransiskus Menjelang Wafat
Kamis, 24 April 2025 | 19:22 WIB
Vatikan, Beritasatu.com - Kesaksian seorang dokter mengenai menit-menit akhir menjelang Paus Fransiskus wafat mengungkapkan, bahwa pemimpin Gereja Katolik tersebut meninggal dunia dalam kondisi koma yang tenang.
Dr Sergio Alfieri, kepala tim medis dari Rumah Sakit Gemelli, Roma mengatakan, ia menerima panggilan darurat dari Vatikan pada Senin (21/4/2025) pagi, pukul 05.30 pagi, untuk memeriksa kondisi Paus. Ketika tiba di Casa Santa Marta sekitar 20 menit kemudian, Paus Fransiskus telah dalam kondisi koma dan tidak merespons.
"Saya masuk ke kamar beliau dan melihat matanya terbuka. Tidak ada tanda-tanda sesak napas. Saya memanggil namanya, tetapi tidak ada respons. Saat itu, saya tahu segalanya telah terlambat," ujar Dr Alfieri dalam wawancara dengan Corriere della Sera.
Dalam wawancara terpisah dengan La Repubblica, Dr Alfieri menambahkan bahwa meski ada usulan membawa Paus kembali ke rumah sakit, tindakan tersebut diputuskan tidak diambil.
"Kalau dibawa ke rumah sakit, beliau mungkin meninggal di perjalanan. CT scan pun tidak akan mengubah hasilnya. Strok yang dialaminya sangat parah dan biasanya berakibat fatal dalam waktu satu jam," jelasnya.
Menurut Alferi, Paus Fransiskus wafat dalam keadaan koma dengan damai.
Surat kematian yang ditandatangani Direktur Kesehatan Vatikan, Andrea Arcangeli, menyatakan bahwa Paus Fransiskus wafat pada pukul 07.35 pagi tanggal 21 April karena strok otak, koma, dan gagal jantung ireversibel. Usia Paus Fransiskus saat wafat adalah 88 tahun.
Paus Fransiskus sebelumnya dirawat karena pneumonia bilateral dan juga memiliki riwayat hipertensi, bronkiektasis multipel, serta diabetes tipe 2.
Yang mengejutkan, sebelum Paus Fransiskus wafat sehari sebelumnya, ia masih sempat tampil di depan publik saat memimpin Misa Paskah di Lapangan Santo Petrus. Itu adalah penampilan publik pertamanya sejak keluar dari rumah sakit pada 23 Maret 2025 setelah lima minggu menjalani perawatan.
Tim medis sebelumnya telah menyarankan agar Paus Fransiskus beristirahat selama dua bulan penuh. Namun Paus kembali bekerja kurang dari sebulan kemudian. Ia bahkan sempat mengunjungi penjara di Roma dan menerima Wakil Presiden AS JD Vance hanya beberapa hari sebelum wafat.
Dr Alfieri mengungkapkan bahwa pada pertemuan terakhir mereka pada 19 April, Paus Fransiskus terlihat sehat dan bahagia. "Saya membawakan kue kesukaannya. Beliau mengatakan cukup sehat untuk kembali bekerja dan sangat bahagia bisa melayani," ujarnya.
"Semua orang tahu, Paus Fransiskus ingin melayani sampai saat-saat terakhirnya," tutup Dr. Alfieri mengenai penyebab Paus Fransiskus wafat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




