Selamat Hari Pers Sedunia! Ini 10 Tokoh Jurnalis Perempuan Berprestasi
Sabtu, 3 Mei 2025 | 08:31 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Tokoh jurnalis perempuan telah memainkan peran penting dalam membentuk wajah media global. Melalui tulisan tajam, liputan investigatif, dan keberanian menghadapi risiko, mereka menjadi simbol kekuatan suara perempuan dalam jurnalisme.
Setiap tanggal 3 Mei, masyarakat global merayakan Hari Kebebasan Pers Sedunia atau World Press Freedom Day. Peringatan ini menjadi momentum untuk menegaskan kembali pentingnya kebebasan berpendapat serta peran krusial para jurnalis dalam menyampaikan fakta dan kebenaran.
Dihimpun dari berbagai sumber, berikut sejumlah tokoh jurnalis perempuan berprestasi dari berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, yang kiprahnya menginspirasi banyak orang.
Tokoh Jurnalis Perempuan
1. Roehana Koeddoes
Roehana adalah pelopor tokoh jurnalis perempuan di Indonesia. Aktif menulis sejak 1908, ia dikenal melalui karyanya di Poetri Hindia. Pada 1912, ia mendirikan Soenting Melajoe, surat kabar perempuan pertama di Minangkabau dengan redaksi seluruhnya perempuan.
Roehana menggunakan medianya untuk memperjuangkan hak-hak perempuan dan diakui sebagai Pahlawan Nasional pada 2019.
2. Ani Idrus
Ani Idrus adalah jurnalis senior yang memulai karier pada 1930. Ia turut mendirikan Harian Waspada yang mendukung kemerdekaan Indonesia.
Selain itu, ia juga meluncurkan majalah Dunia Wanita dan aktif meliput isu internasional, termasuk proses penyerahan Papua ke Indonesia. Dedikasinya menjadikannya salah satu tokoh penting dalam sejarah pers nasional.
3. Marie Colvin
Jurnalis perang asal Amerika Serikat ini dikenal lewat liputan dari zona konflik berbahaya seperti Suriah dan Sri Lanka. Gaya pelaporannya yang humanis dan penuh empati membuatnya dihormati banyak pihak.
Ia dianugerahi Courage in Journalism Award dan kisah hidupnya diangkat ke layar lebar dalam film A Private War (2018).
4. Ida B Wells
Ida B Wells adalah jurnalis investigatif dan aktivis hak sipil yang berani membongkar praktik lynching di Amerika Serikat. Ia menghadapi berbagai ancaman, namun tetap teguh memperjuangkan keadilan.
Pada 2020, Wells dianugerahi Pulitzer Prize secara anumerta atas kontribusinya pada jurnalisme dan HAM.
5. Christiane Amanpour
Jurnalis kawakan asal Inggris-Iran ini dikenal melalui laporan-laporan eksklusif dari wilayah konflik dunia. Ia telah menerima berbagai penghargaan, seperti Emmy Awards dan Edward R Murrow Award.
Hingga kini, Amanpour masih aktif membawakan program di CNN dan PBS dengan reputasi sebagai jurnalis global yang tepercaya.
6. Katharine Graham
Sebagai penerbit The Washington Post, Graham memainkan peran kunci dalam pengungkapan skandal Watergate yang menggulingkan Presiden Nixon.
Memoarnya yang meraih Pulitzer Prize memperlihatkan tantangan dan keberanian seorang perempuan di puncak industri media Amerika.
7. Clare Hollingworth
Clare adalah jurnalis Inggris pertama yang melaporkan pecahnya Perang Dunia II. Ia dikenal karena keberaniannya dan dedikasinya selama lebih dari enam dekade di medan perang. Clare menjadi panutan bagi jurnalis perempuan yang meliput di daerah konflik.
8. Anna Politkovskaya
Anna adalah jurnalis Rusia yang tajam dalam mengkritik konflik Chechnya dan pemerintahan Vladimir Putin. Ia dibunuh pada 2006 karena keberaniannya dalam membongkar pelanggaran HAM. Hingga kini, namanya dikenang sebagai simbol perjuangan jurnalis untuk kebenaran.
9. Oriana Fallaci
Fallaci adalah jurnalis Italia yang dikenal melalui wawancara-wawancara ikonik dengan tokoh dunia. Gayanya yang tajam dan penuh konfrontasi membuat wawancaranya bersejarah. Ia menerima berbagai penghargaan internasional dan dianggap sebagai pewawancara paling berpengaruh abad ke-20.
10. Jill Abramson
Abramson menjadi perempuan pertama yang menjabat Executive Editor The New York Times pada 2011. Ia dikenal karena kepemimpinannya dalam jurnalisme investigatif serta reformasi redaksi. Kiprahnya menginspirasi banyak perempuan dalam dunia media.
Perjalanan dan kontribusi tokoh jurnalis perempuan di atas menunjukkan bahwa keberanian, integritas, dan ketajaman dalam menyuarakan kebenaran tidak mengenal gender. Dari Roehana Koeddoes di Indonesia hingga Jill Abramson di Amerika, mereka semua telah membuka jalan bagi generasi jurnalis masa kini.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




