26 Orang Tewas Picu Perang India Pakistan, Ini Fakta-faktanya
Rabu, 7 Mei 2025 | 13:15 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Ketegangan berkepanjangan antara India dan Pakistan kembali meningkat hingga memicu kembali pecahnya perang bersenjata. Pada Rabu (7/5/2025), militer India meluncurkan Operasi Sindoor dan menggempur sembilan titik di wilayah Pakistan dan Kashmir yang dikuasai Pakistan.
Serangan ini merupakan respons terhadap insiden di Pahalgam pada 22 April 2025 yang menewaskan 26 orang. Eskalasi ini menandai babak baru dalam sengketa antara India dan Pakistan, yang kini memicu kekhawatiran di kawasan maupun di tingkat global.
India dan Pakistan telah lama berseteru sejak pemisahan keduanya dari satu wilayah yang dulunya bersatu. India mayoritas penduduknya menganut agama Hindu, sementara Pakistan didominasi oleh umat Islam.
Dihimpun dari berbagai sumber, berikut beberapa fakta tentang perselisihan antara India dan Pakistan yang kini kembali sebabkan perang.
Fakta-fakta Perang India Pakistan
1. Pakistan menembak jatuh drone India
Menurut laporan yang disampaikan oleh radio Pemerintah Pakistan pada bulan April, militer Pakistan berhasil menembak jatuh drone India yang melintas di perbatasan Kashmir.
Berita ini disampaikan setelah India mengumumkan bahwa pasukannya akan terlibat baku tembak dengan Pakistan selama lima hari berturut-turut.
2. India menutup separuh lokasi wisata di Kashmir
Pemerintah India mengambil keputusan untuk menutup separuh dari lokasi wisata yang ada di Kashmir mulai 29 April 2025. Penutupan ini bertujuan untuk meningkatkan tingkat keamanan di area tersebut.
Separuh dari lokasi wisata tersebut akan ditutup untuk waktu yang tidak ditentukan karena pemerintah belum memberikan informasi resmi mengenai periode tutup untuk tempat wisata di Kashmir.
3. Penyebab serangan India terhadap Pakistan
Pada 22 April 2025, sekelompok orang melakukan serangan terhadap wisatawan di Pahalgam, Pegunungan Himalaya. Serangan ini mengakibatkan 26 orang tewas dan 17 wisatawan lainnya mengalami luka-luka. Saat ini, Kepolisian India masih mencari tahu pelaku di balik serangan tersebut.
Selanjutnya, India telah menyusun daftar kemungkinan pelaku dalam serangan itu. Di antara para tersangka yang ada, dua di antaranya merupakan warga negara Pakistan, tetapi rincian identitas mereka masih belum terungkap.
Wilayah Kashmir, yang menjadi batas antara kedua negara, awalnya enggan untuk berafiliasi dengan salah satu dari keduanya. Walaupun mayoritas penduduknya beragama Islam, penguasa Kashmir pada masa itu lebih memilih untuk bersatu dengan India.
Akhirnya, ketidakpastian dari penguasa Kashmir memicu konflik di antara Pakistan dan India untuk memperebutkan wilayah tersebut. Kemudian, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) turun tangan dengan membagi Kashmir menjadi dua bagian, yaitu Kashmir yang dikuasai oleh India dan pautan Kashmir yang di bawah kontrol Pakistan.
Dengan memanasnya kembali konflik antara dua negara bersenjata nuklir ini, perang India Pakistan bukan hanya menjadi ancaman serius bagi kawasan Asia Selatan, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran global.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Gencatan Senjata AS-Iran Buntu, Teheran Tolak Dialog
Macron Ajak Dunia Lepas dari AS, NATO Terancam Retak!
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Mirip Film, AS dan Iran Adu Cepat Temukan Pilot F-15E yang Jatuh




