Banjir di Parigi Moutong Rendam 7 Desa, Puluhan Hektare Lahan Rusak
Sabtu, 4 April 2026 | 12:41 WIB
Parigi Moutong, Beritasatu.com - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Jumat (3/4/2026) menyebabkan sungai meluap dan banjir yang merendam tujuh desa di Kecamatan Moutong dan Kecamatan Taopa.
Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong, Rivai, menyampaikan banjir terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi, debit air sungai meningkat drastis hingga merendam rumah warga.
"Wilayah terdampak meliputi Desa Gio Barat, Moutong Utara, Pande, dan Pandelalap di Kecamatan Moutong, serta Desa Paria, Tompo, dan Sibatang di Kecamatan Taopa," ujar Rivai dalam keterangan resminya, Sabtu (4/4/2026).
Berdasarkan kaji cepat tim BPBD, dampak banjir dirasakan oleh ratusan keluarga di dua kecamatan tersebut. Desa Pandelalap menjadi wilayah yang paling terdampak, tercatat sebanyak 80 keluarga terdampak banjir, 35 keluarga di Desa Gio Barat, Desa Moutong Utara 67 keluarga, dan terdapat 95 jiwa di Desa Pande.
Akibat peristiwa tersebut, sejumlah warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman karena rumah mereka tidak lagi layak ditempati sementara waktu.
"Di Desa Gio Barat, satu keluarga terdiri dari empat jiwa yang mengungsi. Sementara di Desa Pandelalap terdapat empat keluarga, di Desa Pande ada dua KK terdiri dari delapan jiwa yang mengungsi." tambah Rivai.
Selain merendam permukiman, banjir juga merusak infrastruktur dan lahan perkebunan warga di tiga desa. Tanggul jebol ditemukan di enam titik, yakni tiga titik di Desa Pandelalap, satu di Desa Pande, dan dua di Desa Tompo. Selain itu, banjir juga merusak satu jembatan kantong produksi di Desa Tompo.
"Banjir juga merusak puluhan hektare lahan perkebunan. Di Desa Pande, sekitar 10 hektare kebun jagung dilaporkan rusak total, lima hektare kelapa sawit, dan kakao sekitar 15 hektare. sementara itu, di Desa Pandelalap, lima hektare kebun kelapa terendam lumpur, kebun jagung dan cabai 1satu hektare dan lahan kelapa sawit tiga hektare," kata Rivai
Dia menambahkan, banjir di sebagian besar titik telah surut, dan warga yang sempat mengungsi kini telah kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan sisa lumpur. Meski demikian, sejumlah lahan perkebunan terpantau masih tergenang air.
"Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Parigi Moutong bersama Babinsa, aparat desa, dan relawan sudah berada di lokasi sejak kejadian untuk melakukan kaji cepat dan membantu warga," tambah Rivai.
BPBD Parigi Moutong menyebut kebutuhan mendesak saat ini adalah bantuan logistik bagi warga terdampak, Penutupan tanggul yang jebol dan normalisasi sungai. Perbaikan jembatan kantong produksi di Desa Tompo serta pelebaran drainase di Desa Moutong Utara.
BPBD juga mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan yang dapat kembali memicu kenaikan debit air sungai.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




