ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

China Salip Jepang Jadi Importir Mobil Terbesar di Negara Tetangga RI

Sabtu, 4 April 2026 | 11:05 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
Ilustrasi ekspor impor mobil China.
Ilustrasi ekspor impor mobil China. (Car)

Jakarta, Beritasatu.com - China secara resmi melampaui Jepang dan menjadi negara penyuplai kendaraan terbesar di Australia untuk pertama kali. Pergeseran ini menandai perubahan besar dalam lanskap industri otomotif Negeri Kanguru.

Melansir Carnewschina, Sabtu (4/4/2026), data Kamar Industri Otomotif Federal (FCAI) mengungkap perubahan tersebut terjadi pada Februari 2026. Impor kendaraan dari China mencapai 22.300 unit atau sekitar 25% pangsa pasar, melampaui Jepang dengan 21.600 unit dan Thailand sebesar 19.400 unit.

Capaian ini menjadi titik balik dominasi Jepang yang telah berlangsung sejak 1998 di pasar impor otomotif Australia. Pergeseran tersebut mencerminkan perubahan cepat preferensi konsumen, terutama menuju era mobil listrik dan opsi harga yang lebih terjangkau.

ADVERTISEMENT

Lonjakan impor dari China didorong oleh meningkatnya minat terhadap mobil listrik dan hibrida (PHEV). Produsen seperti BYD menjadi pemain utama dengan penjualan melonjak 160% menjadi 10.200 unit dalam dua bulan pertama tahun ini.

Selain itu, Great Wall Motor (GWM) juga mencatat performa kuat di segmen SUV dan kendaraan niaga ringan. Penjualannya naik 23,4% sepanjang 2025, menjadikannya salah satu pemimpin di segmen tersebut.

Pasar otomotif Australia sangat bergantung pada impor, terutama setelah berhentinya produksi mobil dalam negeri beberapa tahun lalu.

Ketiadaan tarif impor serta tingginya minat terhadap SUV dan kendaraan komersial ringan membuat Australia menjadi pasar strategis bagi ekspansi produsen global.

Dalam beberapa tahun terakhir, produsen China semakin mengukuhkan posisi mereka. Sejak 2020, setidaknya sembilan merek baru asal China telah masuk ke pasar Australia, sehingga totalnya kini mencapai lebih dari 12 brand. Beberapa merek yang mendominasi, antara lain MG Motor, BYD, Great Wall Motor, dan Chery.

Penjualan mobil listrik di Australia juga menunjukkan tren meningkat signifikan, dengan total mencapai sekitar 103.000 unit di pasar utama tahun lalu. Mobil listrik buatan China menyumbang porsi besar dalam pertumbuhan tersebut.

Analis industri memperkirakan tren ini akan terus berlanjut. Jika strategi harga kompetitif dan inovasi teknologi tetap dipertahankan, produsen mobil China berpotensi menguasai lebih dari 40% pasar kendaraan baru Australia pada 2030.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon