Prabowo Sepakat Timor Leste Jadi Anggota ASEAN pada Oktober 2025
Selasa, 27 Mei 2025 | 00:28 WIB
Kuala Lumpur, Beritasatu.com — Presiden Prabowo Subianto, bersama para kepala negara Asia Tenggara, menyepakati keanggotaan tetap Timor Leste dalam ASEAN. Kesepakatan ini dicapai dalam pertemuan tingkat tinggi yang berlangsung di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia, Senin (26/5/2025) malam.
Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan bahwa para pemimpin ASEAN menargetkan Timor Leste akan resmi menjadi anggota penuh ASEAN pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-47 ASEAN yang dijadwalkan berlangsung Oktober 2025.
"Kalau saya tidak salah sudah sejak 2004, Timor Leste ingin mengajukan diri sebagai anggota ASEAN dan secara politik para pemimpin ASEAN sepakat untuk menerima Timor Leste sebagai anggota ASEAN," ujar Sugiono.
Sugiono menambahkan bahwa proses asesi Timor Leste telah berlangsung selama bertahun-tahun dan kini secara politik telah mendapat dukungan penuh dari negara-negara anggota ASEAN.
"Tentu saja selama ini mereka juga melakukan proses dalam rangka asesi sebagai anggota ASEAN dan secara politik kita semua sepakat untuk bisa menerima ASEAN dan diharapkan pada KTT ASEAN yang ke-47 nanti Timor Leste resmi menjadi anggota tetap anggota penuh dari ASEAN," lanjutnya.
Selain mendukung keanggotaan Timor Leste, Presiden Prabowo juga mengusulkan agar Papua Nugini dipertimbangkan menjadi anggota ASEAN. Menurut Sugiono, Papua Nugini telah menyampaikan keinginan bergabung dengan ASEAN sejak tahun 2018.
"Kemudian tadi juga dalam intervensinya Pak Presiden Prabowo mengusulkan untuk mempertimbangkan keanggotaan bagi Papua Nugini," imbuh Sugiono.
Langkah ini mencerminkan komitmen Indonesia dalam memperkuat integrasi kawasan Asia Tenggara dan memperluas cakupan keanggotaan ASEAN.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo turut menyoroti situasi politik dan kemanusiaan di Myanmar. Ia menekankan pentingnya langkah konkret dari ASEAN untuk menyelesaikan konflik di negara tersebut.
"Kita tadi membahas mengenai situasi di Myanmar dan langkah-langkah apa yang sepatutnya diambil dari ASEAN dalam rangka menyelesaikan konflik yang ada di sana dan juga bagaimana kawasan ini, bagaimana ASEAN ini menghadapi situasi perubahan, situasi geoekonomi yang terjadi," jelas Sugiono.
Prabowo menilai bahwa ASEAN harus lebih responsif dalam menyikapi perubahan geopolitik dan geoekonomi global, guna menjaga stabilitas kawasan dan memperkuat solidaritas regional.
Langkah Indonesia dalam mendorong keanggotaan Timor Leste dan Papua Nugini, serta keprihatinannya terhadap situasi Myanmar, menunjukkan peran aktif dan kepemimpinan strategis Indonesia dalam ASEAN menjelang KTT ke-47 tahun 2025.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




