LAPD Ungkap Kelompok Black Bloc di Balik Demo Rusuh Los Angeles
Kamis, 12 Juni 2025 | 09:57 WIB
Los Angeles, Beritasatu.com – Kepala Departemen Kepolisian Los Angeles (LAPD) Jim McDonnell, mengungkapkan bahwa sejumlah orang yang ditangkap dalam aksi protes di kota tersebut merupakan bagian dari kelompok terorganisasi bertipe Black Bloc. Kelompok ini dikenal menggunakan taktik demonstrasi radikal, seperti berpakaian serba hitam dan menutupi wajah dengan topeng ski atau balaclava untuk menghindari identifikasi oleh aparat.
“Mereka datang dengan persiapan yang matang dan mereka sangat canggih,” kata McDonnell kepada Kaitlan Collins dari CNN.
“Mereka memang punya komunikasi radio. Mereka bergerak ke sana kemari, memantau saluran polisi, dan menciptakan gangguan untuk mengalihkan perhatian kami dari lokasi penangkapan," ungkapnya.
McDonnell menambahkan bahwa aparat menemukan alat-alat berbahaya bersama para pelaku, termasuk palu untuk memecah beton yang kemudian dilemparkan ke petugas, serta kembang api yang dilengkapi pecahan peluru.
Hingga saat ini, sekitar 400 orang telah ditangkap oleh LAPD menyusul aksi protes anti-ICE atau badan penegak hukum federal yang terjadi di berbagai titik di Los Angeles. Aksi tersebut juga telah menyebar ke kota-kota besar lain di Amerika Serikat.
Meski demikian, McDonnell menekankan bahwa mayoritas protes berlangsung damai, terutama pada siang hari, dan hanya sebagian kecil yang berubah menjadi kekerasan.
Beberapa wilayah pusat kota Los Angeles masih berada di bawah jam malam dari pukul 20.00 hingga 06.00 waktu setempat. Pada Senin (9/6/2025) malam, polisi menyatakan adanya perkumpulan ilegal di depan Balai Kota Los Angeles.
Kru CNN di lapangan melaporkan bahwa petugas menembakkan peluru karet untuk membubarkan massa. LAPD menyatakan, sejumlah pengunjuk rasa melemparkan kembang api komersial dan batu ke arah petugas saat mereka bergerak menuju tangga Balai Kota.
Petugas berkuda LAPD juga terlihat mendekati massa sesaat setelah pengumuman pembubaran paksa. Sebagian besar pengunjuk rasa kemudian berpindah ke Grand Park, tetapi puluhan orang tetap bertahan sambil meneriakkan slogan protes damai.
Dengan adanya eskalasi protes yang berubah rusuh, LAPD dan otoritas kota terus meningkatkan keamanan dan memantau potensi ancaman baru. Pemerintah daerah mengimbau warga untuk menghindari area pusat kota selama jam malam masih berlaku.
Situasi diperkirakan akan tetap dinamis dalam beberapa hari ke depan, tergantung respons massa dan keputusan otoritas terhadap penggunaan pasukan federal dalam pengamanan kota.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




