ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kedubes RI di Teheran Siaga 1, Menlu: Kami Ambil Langkah Antisipatif

Kamis, 19 Juni 2025 | 15:06 WIB
AC
HH
Penulis: Agnes Valentina Christa | Editor: HP
Menteri Luar Negeri Sugiono menaikkan status siaga WNI di Iran ke level 1 pada Kamis, 19 Juni 2025.
Menteri Luar Negeri Sugiono menaikkan status siaga WNI di Iran ke level 1 pada Kamis, 19 Juni 2025. (Antara/Mentari Dwi Gayati)

Jakarta, Beritasatu.com - Di tengah eskalasi serangan Israel ke Iran yang terus meningkat, pemerintah Indonesia bergerak cepat. Level kesiagaan WNI di Teheran dan beberapa kota lain di Iran resmi dinaikkan ke level siaga 1, status tertinggi dalam sistem keamanan luar negeri.

Langkah ini diumumkan langsung oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kenegaraan di Rusia, Kamis (19/6/2025).

“Saya memutuskan untuk meningkatkan level kesiagaan di Kedutaan Teheran. Dari level siaga 2 menjadi level siaga 1,” kata Sugiono.

Tidak hanya menaikkan status siaga, pemerintah juga telah menyiapkan langkah kontingensi dan evakuasi bagi seluruh WNI di Iran, terutama mereka yang berada di pusat-pusat konflik seperti Teheran.

ADVERTISEMENT

Namun, menurut Sugiono, jalur udara tidak bisa digunakan dalam proses evakuasi karena serangan udara Israel ke Iran yang sangat intensif membuat penerbangan sipil berisiko tinggi.

“Pesawat tidak bisa. Satu-satunya jalur sekarang adalah jalur darat,” ujarnya menegaskan.

Pemerintah telah melakukan komunikasi diplomatik dengan negara-negara tetangga Iran untuk membuka akses lintas perbatasan jika sewaktu-waktu proses evakuasi darurat perlu dijalankan.


Langkah pengamanan terhadap WNI tidak hanya berhenti pada kesiagaan dan evakuasi. Pemerintah Indonesia juga mendorong solusi diplomatik atas konflik yang memburuk di kawasan.

Pada 21 Juni 2025 mendatang, menteri luar negeri dari berbagai negara akan menggelar konferensi darurat di Istanbul, Turki, untuk membahas krisis yang tengah berlangsung di Iran.

“Kita berharap ketegangan ini bisa segera selesai. Tapi kami tetap siaga dan mengambil langkah-langkah antisipatif demi keselamatan warga kita,” jelas Sugiono.

Sugiono juga menegaskan, pemerintah terus menjalin komunikasi dengan seluruh WNI di Iran, terutama mereka yang berada di wilayah rawan konflik.

Ia meminta WNI di Iran untuk selalu siap mengikuti instruksi kedutaan kapan pun dibutuhkan.

“Kami terus mengimbau semua WNI agar menjaga komunikasi erat dengan KBRI. Itu sangat penting bila sewaktu-waktu harus dievakuasi,” tegasnya.

Ia menambahkan, sejumlah negara sahabat sudah mulai menarik warga negaranya dari Iran demi keamanan. Pemerintah Indonesia pun tidak ingin mengambil risiko dan terus mengevaluasi situasi dari waktu ke waktu.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Gelombang Pertama Repatriasi WNI dari Iran Tiba di Bandara Soetta

Gelombang Pertama Repatriasi WNI dari Iran Tiba di Bandara Soetta

INTERNASIONAL
Wamen P2MI: Belum Ada WNI Jadi Korban Perang di Iran

Wamen P2MI: Belum Ada WNI Jadi Korban Perang di Iran

INTERNASIONAL
Kemenlu Catat 329 WNI di Iran, Mayoritas Pelajar di Qom

Kemenlu Catat 329 WNI di Iran, Mayoritas Pelajar di Qom

INTERNASIONAL
Kemenlu Pastikan Tidak Ada WNI Jadi Korban Perang AS-Israel vs Iran

Kemenlu Pastikan Tidak Ada WNI Jadi Korban Perang AS-Israel vs Iran

INTERNASIONAL
Evakuasi WNI di Iran Dimulai Hari Ini, Kloter Pertama 32 Orang

Evakuasi WNI di Iran Dimulai Hari Ini, Kloter Pertama 32 Orang

INTERNASIONAL
KBRI Teheran Minta WNI Waspada Seusai AS-Israel Serang Iran

KBRI Teheran Minta WNI Waspada Seusai AS-Israel Serang Iran

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon