Hal yang Perlu Diketahui dari 3 Situs Nuklir Iran yang Diserang AS
Minggu, 22 Juni 2025 | 10:02 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Konflik antara Iran dan Israel kini memasuki babak baru seusai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara terbuka mengakui bahwa militer AS telah melakukan serangan terhadap tiga fasilitas nuklir utama di Iran, yakni Fordow, Natanz, dan Esfahan.
Langkah ini memicu eskalasi baru yang memunculkan kekhawatiran global. Dalam perkembangan terbaru ini, AS serang Iran secara langsung untuk pertama kalinya sejak konflik intensif dimulai.
Serangan ini menyusul tindakan Israel pada Jumat (13/6/2025) yang meluncurkan serangan mendadak terhadap beberapa lokasi strategis Iran, sebagai respon atas ancaman pengembangan bom nuklir oleh Teheran.
Iran, yang selalu menegaskan bahwa program nuklirnya bertujuan damai, membalas dengan rentetan rudal dan drone ke wilayah Israel. Selama ini, AS hanya mendukung Israel secara diplomatis dan logistik.
Namun, pada Sabtu (22/6/2025), Presiden Trump menyatakan bahwa serangan udara "sangat berhasil" telah dilakukan terhadap Natanz, Fordo, dan Isfahan. Pernyataan ini memperjelas bahwa AS kini terlibat langsung dalam konfrontasi bersenjata, memperbesar ketegangan di kawasan.
Dilansir dari laporan AP News, berikut beberapa hal-hal yang perlu diketahui dari fasilitas nuklir Iran yang di bombardir AS:
Fasilitas Nuklir Iran yang Diserang AS
1. Fasilitas pengayaan uranium Natanz
Natanz merupakan pusat utama pengayaan uranium Iran, terletak sekitar 220 kilometer di tenggara Teheran. Di sinilah Iran memperkaya uranium hingga 60%, mendekati tingkat yang bisa digunakan untuk senjata nuklir.
Menurut Badan Energi Atom Internasional (IAEA), bagian atas fasilitas ini dihancurkan dalam serangan, sementara sentrifus di bawah tanah sebagian besar rusak karena aliran listrik terputus. IAEA menegaskan bahwa kontaminasi hanya terbatas di lokasi itu saja.
Natanz bukan kali pertama diserang. Sebelumnya, fasilitas ini pernah menjadi target virus Stuxnet dan beberapa operasi rahasia lainnya, yang diyakini dilakukan oleh AS dan Israel.
2. Fordow: Bunker nuklir di bawah tanah
Fasilitas Fordow terletak 100 kilometer barat daya Teheran. Berbeda dari Natanz, Fordow berada di bawah gunung dan dilindungi sistem antipesawat canggih.
Fasilitas ini hanya bisa dihancurkan dengan bom penghancur bunker seperti GBU-57 A/B yang dijatuhkan oleh pesawat pembom B-2 Spirit milik Angkatan Udara AS.
Keterlibatan B-2 dalam operasi ini menegaskan bahwa AS serang Iran dengan kekuatan militer strategis dan teknologi tinggi.
Pembangunan Fordow dimulai setidaknya pada 2007, namun Iran baru mengakuinya ke IAEA pada 2009 setelah diketahui oleh intelijen Barat. Fasilitas ini juga mengandung beberapa sentrifus untuk pengayaan uranium, meskipun kapasitasnya lebih kecil dari Natanz.
3. Pusat teknologi nuklir Isfahan
Isfahan terletak 350 kilometer tenggara Teheran dan menjadi rumah bagi ribuan ilmuwan nuklir. Di lokasi ini terdapat tiga reaktor penelitian serta fasilitas konversi uranium.
Israel sebelumnya telah melancarkan serangan terhadap beberapa gedung penting di lokasi ini. Namun IAEA memastikan tidak ada peningkatan radiasi setelah serangan.
Isfahan juga diketahui memiliki laboratorium yang bekerja sama dengan pihak luar, termasuk dari China. Ini menunjukkan betapa pentingnya fasilitas ini dalam infrastruktur nuklir Iran.
Dampak Serangan AS
Serangan langsung dari AS membuka babak baru dalam konflik Israel-Iran. Upaya diplomasi yang tengah dijajaki untuk mencabut sebagian sanksi ekonomi terhadap Iran bisa terganggu. Iran sendiri diperkirakan akan mempertimbangkan langkah balasan yang lebih agresif.
Jika AS serang Iran terus berlanjut, risiko konflik regional yang meluas hingga kawasan Teluk sangat mungkin terjadi. Negara-negara besar dunia kini harus mempercepat upaya diplomatik untuk mencegah perang terbuka.
Serangan terhadap tiga fasilitas nuklir utama di Iran menunjukkan bahwa ketegangan di Timur Tengah kini memasuki fase kritis. AS serang Iran tidak lagi hanya dalam bentuk sanksi atau dukungan tidak langsung, tetapi kini dalam bentuk serangan militer terbuka.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




