Fasilitas Nuklirnya Dibom AS, Iran Bersumpah Akan Terus Serang Israel
Minggu, 22 Juni 2025 | 15:56 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Amerika Serikat kini secara resmi terlibat dalam konflik antara Israel dan Iran dengan melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap tiga situs nuklir utama milik Iran, Sabtu (21/6/2025).
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa serangan itu menghancurkan secara total fasilitas nuklir tersebut dan memperingatkan akan ada serangan lanjutan jika Iran membalas.
Serangan AS terjadi setelah sepekan konflik terbuka antara Israel dan Iran, yang dipicu oleh serangan mendadak Israel pada 13 Juni 2025 terhadap fasilitas militer dan nuklir Iran. Serangan itu menewaskan sejumlah pejabat militer dan ilmuwan nuklir terkemuka Iran.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan ratusan rudal dan drone ke wilayah Israel. Beberapa berhasil menembus sistem pertahanan udara Israel yang selama ini dianggap sangat tangguh.
Akibat perang ini, ratusan orang tewas dan lebih dari 1.000 luka-luka di Iran. Sementara di pihak Israel, dua puluhan korban jiwa dan ratusan luka-luka telah dilaporkan.
Israel menganggap program nuklir Iran sebagai ancaman eksistensial, meskipun Iran bersikeras bahwa tujuannya hanya untuk kepentingan damai. Meski badan intelijen AS menyatakan Iran tidak secara aktif mengembangkan senjata nuklir, Presiden Trump dan para pemimpin Israel meyakini bahwa Iran bisa dengan cepat membangun senjata atom, sehingga menjadi ancaman nyata.
Serangan Udara AS
Trump mengumumkan dalam pidato yang disiarkan langsung dari Gedung Putih bahwa AS telah melakukan serangan presisi besar-besaran terhadap situs nuklir Fordow, Isfahan, dan Natanz. Ia menyebutnya sebagai keberhasilan militer yang spektakuler dan menegaskan bahwa situs-situs itu kini telah dihancurkan sepenuhnya.
Organisasi Energi Atom Iran mengonfirmasi serangan tersebut, tetapi menegaskan bahwa program nuklir mereka tidak akan dihentikan. Badan nuklir PBB juga melaporkan tidak ada tanda-tanda kebocoran radiasi di lokasi yang diserang.
Fordow, salah satu situs paling aman karena terletak di bawah pegunungan, menjadi target serangan dengan bom penghancur bunker berbobot 13.600 kilogram, yang hanya dimiliki oleh AS. Selain itu, kapal selam AS juga meluncurkan sekitar 30 rudal Tomahawk dalam serangan tersebut.
Trump memperingatkan bahwa serangan tambahan akan menyusul jika Iran menyerang balik pasukan AS. “Akan ada damai atau tragedi besar bagi Iran,” ujarnya.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyambut baik keputusan Trump. Dalam pesan videonya, ia memuji AS sebagai negara yang “melakukan hal yang tak mampu dilakukan negara lain.”
Respons Iran
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memperingatkan bahwa serangan AS akan membawa konsekuensi abadi dan menegaskan, Iran menyimpan semua opsi untuk membalas.
Beberapa rudal Iran dilaporkan menghantam wilayah utara dan tengah Israel, melukai sedikitnya 16 orang dan merusak beberapa bangunan. Militer Israel mengeklaim telah menetralisir peluncur rudal Iran dan meluncurkan serangan balasan terhadap target militer di Iran bagian barat.
Iran menyebut tindakan militer AS sebagai deklarasi perang dan menyatakan haknya untuk melawan dengan kekuatan penuh terhadap agresi militer dan kejahatan rezim AS.
PBB: Diplomasi Harus Dikedepankan
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengungkapkan kekhawatirannya atas penggunaan kekuatan oleh AS dan menyebutnya sebagai eskalasi berbahaya. Ia menyerukan agar negara-negara anggota segera meredakan ketegangan.
“Tidak ada solusi militer. Satu-satunya jalan ke depan adalah diplomasi,” tegasnya.
Kelompok pemberontak Houthi yang didukung Iran di Yaman juga menyerukan kepada negara-negara Muslim untuk bersatu melawan arogansi Zionis-Amerika.
Sementara itu, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, telah memperingatkan bahwa serangan terhadap Iran akan membawa kerusakan yang tak dapat diperbaiki bagi AS.
Militer Israel menyatakan telah bersiap menghadapi perang jangka panjang, dan Iran menegaskan bahwa keterlibatan militer AS akan menjadi ancaman besar bagi seluruh kawasan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




