Irak Peringatkan Konsekuensi Serius Serangan AS ke Nuklir Iran
Minggu, 22 Juni 2025 | 18:55 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Irak mengeluarkan peringatan keras atas serangan udara Amerika Serikat (AS) terhadap fasilitas nuklir Iran, menyebut langkah tersebut sebagai sebuah eskalasi yang melampaui batas negara mana pun dan berpotensi membawa dampak besar bagi stabilitas Timur Tengah maupun dunia.
Pernyataan tegas ini disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah Irak, Basim al-Awadi, pada Minggu (22/6/2025), setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa militer AS telah mengebom tiga situs nuklir strategis Iran, yaitu Fordow, Natanz, dan Isfahan.
Langkah itu merupakan bagian dari dukungan langsung Washington terhadap operasi militer Israel yang sejak Jumat (13/6/2025) telah memicu konflik terbuka dengan Teheran.
Irak Kutuk Eskalasi Militer AS
“Perang tidak meninggalkan apa pun kecuali kehancuran,” ujar Al-Awadi dalam pernyataan resminya, dikutip dari Antara.
Ia menegaskan, negara-negara besar dan lembaga internasional seharusnya menjadi penengah krisis, bukan justru memperparah situasi dengan tindakan militer.
Irak secara terbuka mengutuk keterlibatan langsung AS dalam konflik antara Iran dan Israel, serta memperingatkan bahwa serangan berkelanjutan terhadap fasilitas nuklir Iran akan menimbulkan eskalasi berbahaya.
Menurutnya, konflik semacam ini bukan hanya berdampak lokal, tetapi bisa merembet luas ke kawasan dan bahkan menimbulkan ketidakstabilan global.
Seruan Irak untuk Jalur Diplomatik
Dalam pernyataannya, Al-Awadi juga menekankan pentingnya dialog dan diplomasi sebagai satu-satunya jalan keluar yang rasional dan damai.
“Solusi militer tidak bisa menjadi alternatif dari pendekatan diplomatik,” ujarnya.
Dia juga menyerukan kepada seluruh pihak yang terlibat agar segera meredakan ketegangan dan membuka jalur komunikasi demi mencegah krisis yang lebih luas.
Irak menilai bahwa saat ini adalah waktu paling genting untuk menahan diri, karena konsekuensi dari eskalasi militer akan melampaui batas negara mana pun.
Pernyataan ini mencerminkan kekhawatiran nyata Baghdad bahwa konflik Iran, AS, dan Israel bisa menyeret negara-negara tetangga ke dalam pusaran perang yang lebih luas.
Korban Meningkat di Kedua Sisi
Serangan militer AS ke Iran merupakan lanjutan dari operasi ofensif Israel yang dimulai pada Jumat (13/6/2025), dan menjadi titik balik besar dalam ketegangan kawasan.
Iran menanggapi serangan Israel dengan meluncurkan puluhan rudal balistik ke wilayah Israel yang menimbulkan korban jiwa dan luka-luka di kedua belah pihak.
Menurut otoritas Israel, setidaknya 25 warga negara mereka tewas dan ratusan lainnya terluka akibat serangan rudal Iran.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Iran melaporkan 430 korban jiwa dan lebih dari 3.500 orang terluka akibat gelombang serangan udara Israel selama lebih dari sepekan terakhir.
Peringatan yang disampaikan Irak menambah daftar panjang negara-negara yang menyerukan penghentian kekerasan dan kembali ke meja perundingan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




