ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Serangan AS ke Situs Nuklir Iran Disebut Terbatas dan Tidak Besar

Senin, 23 Juni 2025 | 19:25 WIB
DM
DM
Penulis: Djibril Muhammad | Editor: DM
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) ternyata merayu Presiden AS Donald Trump agar mau menyerang fasilitas nuklir Iran.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) ternyata merayu Presiden AS Donald Trump agar mau menyerang fasilitas nuklir Iran. (Ynetnews/DOK)

Jakarta, Beritasatu.com - Serangan Amerika Serikat (AS) terhadap tiga situs nuklir Iran pada Minggu (22/6/2025) pagi dinilai hanya sekadar memenuhi keinginan elite Yahudi yang memiliki jaringan kuat di pemerintahan Presiden Donald Trump.

Hal itu disampaikan analis geopolitik dari Universitas Padjajaran (Unpad) Dina Sulaeman dalam program Beritasatu Utama BTV, Senin (23/6/2025). "Donald Trump berusaha untuk tidak terjadi ekskalasi besar-besaran jadi serangannya terbatas," ujarnya.

Ia menjelaskan, satu sisi Trump hanya ingin memuaskan lingkaran elitenya yang memiliki hubungan dekat dengan zionis Israel dengan menyerang Iran. Namun, di sisi lain, sekitar 60 persen warga AS menolak perang dengan Iran.

ADVERTISEMENT

"Jadi ekskalasi perangnya akan tetap antara Iran dengan Israel. Kalau Iran dengan AS belum terlihat," ungkapnya.

Ia menambahkan, serangan tersebut juga tidak memperlihatkan kerusakan yang besar seperti yang disebutkan. Selain itu, Iran juga belum memberikan serangan balasan yang signifikan terhadap AS di kawasan.

"Narasinya sekarang waktunya untuk berdamai. Trump juga ingin berdamai," jelas Dina.

Apalagi, menurut dia, jika serangan AS menimbulkan kerusakan yang besar terhadap Iran akan memicu perang besar dan itu memerlukan biaya yang besar juga. "Jika itu terjadi, bagi AS itu akan sangat merugikan," ucapnya.

Sebelumnya, serangan militer AS terhadap tiga situs nuklir Iran pada Minggu (22/6/2025) pagi mengguncang panggung internasional dan memicu respons beragam dari komunitas global.

Dari dukungan terbuka oleh Israel hingga kecaman keras dari Iran dan negara-negara sekutunya, dunia tampaknya terbelah dalam menyikapi aksi militer AS ke Iran yang dipimpin Presiden Donald Trump.

Di Washington, Presiden Trump menyebut keputusan menyerang situs Natanz, Isfahan, dan Fordow sebagai langkah berani untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Lawan Serangan AS-Israel, Iran Siapkan Gugatan Internasional

Lawan Serangan AS-Israel, Iran Siapkan Gugatan Internasional

INTERNASIONAL
Netanyahu Dikecam Rakyat Israel, Demo Pecah di Tel Aviv

Netanyahu Dikecam Rakyat Israel, Demo Pecah di Tel Aviv

INTERNASIONAL
Sidang Korupsi Netanyahu Dilanjutkan Seusai Gencatan dengan Iran

Sidang Korupsi Netanyahu Dilanjutkan Seusai Gencatan dengan Iran

INTERNASIONAL
Serangan Udara di Iran Tewaskan 25 Orang Seusai Trump Beri Ultimatum

Serangan Udara di Iran Tewaskan 25 Orang Seusai Trump Beri Ultimatum

INTERNASIONAL
Konflik Iran: 30 Universitas Ikut Jadi Target Serangan AS dan Israel

Konflik Iran: 30 Universitas Ikut Jadi Target Serangan AS dan Israel

INTERNASIONAL
Tangkal Dampak Perang Iran, Australia Gelontorkan Pinjaman Tanpa Bunga

Tangkal Dampak Perang Iran, Australia Gelontorkan Pinjaman Tanpa Bunga

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon