AS Serang Reaktor Nuklir Iran Disebut Hanya Penuhi Kewajiban Israel
Senin, 23 Juni 2025 | 21:31 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Langkah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang memerintahkan penyerangan terhadap tiga situs nuklir Iran pada Minggu (22/6/2025) pagi disebut hanya sebagai pemenuhan kewajiban terhadap Israel.
Hal itu disampaikan Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PKS Sukamta dalam program Beritasatu Utama BTV, Senin (23/6/2025). "Yang dilakukan AS seperti terukur. AS hanya ingin melunasi kewajiban karena lobi zionis Israel di dalam negeri AS sangat kuat," ungkapnya.
Ia menjelaskan, serangan tersebut juga sekaligus memberikan pesan kepada Iran jika AS ingin perdamaian. Ia berharap Iran tidak terpancing melakukan pembalasan atas serangan AS tersebut.
Namun, Sukamta meyakini, Iran akan terus membalas dengan melakukan serangan kepada Israel. Apalagi, Iran juga dapat menghidupkan jaringannya di kawasan dengan Hamas di Palestina, Hizbullah di Lebanon, dan Houthi di Yaman.
"Jika demikian ekskalasinya akan semakin besar. Jadinya perang proxy, perang siber. Walaupun senyap tetapi mematikan. Iran sepertinya sudah melakukan itu. Perang siber yang pertama Iran melawan Israel," jelasnya.
Sukamta menegaskan, dengan keterlibatan AS dalam konflik Iran-Israel secara nyata menaikkan ancaman global. Apalagi, AS secara terang-terangan melanggar hukum internasional.
"Kekhawatiran global, AS akan bisa melakukan tindakan-tindakan agresifnya. Belum lagi, ada histori keterlibatan AS di Irak dan Libya yang menimbulkan kerusakan yang luar biasa. Bahkan sampai sekarang ada perang saudara di dua negara tersebut," urainya.
Menurut Sukamta, Iran akan menempuh jalur diplomasi melalui lembaga-lembaga Internasonal, seperti PBB. "Dalam diplomasi ini, Iran bisa mengandalkan China dan Rusia yang memiliki hak veto di Dewan Keamanan PBB. Jika demikian AS akan kehilangan muka di situ," ujarnya.
Sebelumnya, serangan militer AS terhadap tiga situs nuklir Iran pada Minggu (22/6/2025) pagi mengguncang panggung internasional dan memicu respons beragam dari komunitas global.
Dari dukungan terbuka oleh Israel hingga kecaman keras dari Iran dan negara-negara sekutunya, dunia tampaknya terbelah dalam menyikapi aksi militer AS ke Iran yang dipimpin Presiden Donald Trump.
Di Washington, Presiden Trump menyebut keputusan menyerang situs Natanz, Isfahan, dan Fordow sebagai langkah berani untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




