ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Harga Minyak Bisa Tembus US$ 140 Per Barel Akibat Konflik Iran-Israel

Selasa, 24 Juni 2025 | 07:43 WIB
RS
DM
Penulis: Rama Sukarta | Editor: DM
Penutupan Selat Hormuz oleh Iran bisa memicu lonjakan harga minyak dunia.
Penutupan Selat Hormuz oleh Iran bisa memicu lonjakan harga minyak dunia. (Pexels/Versolaluce)

Jakarta, Beritasatu.com - Harga minyak global terus mengalami lonjakan seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya konflik antara Iran dan Israel yang mulai melibatkan Amerika Serikat. Pada Senin (23/6/2025), harga minyak Brent naik 2,69% ke US$ 79,08 per barel, sedangkan WTI meningkat 1,23% menjadi US$ 75,85 per barel.

Ketegangan ini menimbulkan kekhawatiran besar atas terganggunya pasokan minyak, BBM, dan LPG, tak hanya secara global, tetapi juga untuk negara importir energi seperti Indonesia.

Menurut Head of Industry & Regional Research Bank Mandiri Dendi Ramdani, skenario terburuk dari konflik ini bisa membawa harga minyak melambung hingga US$ 140 per barel. 

ADVERTISEMENT

“Konflik pasti akan mengganggu supply dan dampaknya sangat mungkin di atas US$ 100 per barel. Skenario terburuk bisa sampai US$ 120 hingga US$ 140,” jelasnya kepada Beritasatu.com, Senin (23/6/2025).

Dendi menambahkan, potensi gangguan di Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama pengiriman minyak dunia, menjadi pemicu utama lonjakan harga yang ekstrem. 

Dendi menilai, konflik ini berbeda dibanding sebelumnya. Iran kini menunjukkan kekuatan militer yang jauh lebih canggih, termasuk rudal-rudal presisi tinggi yang berhasil menembus pertahanan udara Israel. 

“Apa yang dilakukan Iran di luar ekspektasi. Serangannya berhasil menembus pertahanan Israel. Ini yang membuat tekanan harga lebih tinggi dari biasanya,” ujar Dendi.

Harga minyak mentah dunia yang tinggi tentu akan berdampak langsung pada harga bahan bakar dalam negeri, inflasi, serta biaya subsidi energi pemerintah. Indonesia yang masih sangat bergantung pada impor minyak dan LPG akan merasakan tekanan yang cukup besar.

Jika konflik meluas, Dendi juga mengingatkan kemungkinan keterlibatan negara-negara besar seperti Rusia, Tiongkok, dan Korea Utara, yang bisa memperburuk situasi. “Kita masih menunggu respons Iran dan bagaimana negara-negara besar lain menyikapi ini. Kalau meluas, bukan tidak mungkin harga minyak bisa dua kali lipat dari baseline,” pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Lawan Serangan AS-Israel, Iran Siapkan Gugatan Internasional

Lawan Serangan AS-Israel, Iran Siapkan Gugatan Internasional

INTERNASIONAL
Netanyahu Dikecam Rakyat Israel, Demo Pecah di Tel Aviv

Netanyahu Dikecam Rakyat Israel, Demo Pecah di Tel Aviv

INTERNASIONAL
Sidang Korupsi Netanyahu Dilanjutkan Seusai Gencatan dengan Iran

Sidang Korupsi Netanyahu Dilanjutkan Seusai Gencatan dengan Iran

INTERNASIONAL
Serangan Udara di Iran Tewaskan 25 Orang Seusai Trump Beri Ultimatum

Serangan Udara di Iran Tewaskan 25 Orang Seusai Trump Beri Ultimatum

INTERNASIONAL
Konflik Iran: 30 Universitas Ikut Jadi Target Serangan AS dan Israel

Konflik Iran: 30 Universitas Ikut Jadi Target Serangan AS dan Israel

INTERNASIONAL
Tangkal Dampak Perang Iran, Australia Gelontorkan Pinjaman Tanpa Bunga

Tangkal Dampak Perang Iran, Australia Gelontorkan Pinjaman Tanpa Bunga

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon