Meski Dukung Gencatan Senjata Iran-Israel, Rusia Tetap Ragu
Selasa, 24 Juni 2025 | 21:30 WIB
Moskow, Beritasatu.com - Di tengah meredanya ketegangan antara Iran dan Israel, Rusia menyatakan dukungan terhadap gencatan senjata yang diumumkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Namun, Moskow juga menegaskan adanya keraguan besar soal keberlanjutan perdamaian tersebut, mengingat kedua pihak masih terlibat aksi saling serang.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov dalam pidatonya di Forum Internasional Primakov Readings ke-11 di Moskow, Selasa (24/6/2025).
“Kami akan menyambut baik kesepakatan semacam itu. Namun setelah pengumuman itu, masih ada laporan tentang serangan saling balas antara Israel dan Iran. Jadi jangan buat kesimpulan tergesa-gesa,” ujar Lavrov, dikutip dari Anadolu Agency.
Rusia Tak Ingin Terjebak Euforia Perdamaian Semu
Lavrov menambahkan, pengumuman gencatan senjata dari Washington, Teheran, dan Tel Aviv belum cukup memberikan gambaran yang utuh soal situasi sebenarnya.
Ia menyebut AS dan Qatar diyakini memainkan peran utama dalam menyatukan kesepakatan tersebut, yakni AS untuk Israel dan Qatar untuk Iran.
Namun, tak lama setelah pengumuman itu, muncul laporan serangan lanjutan, termasuk perintah Menteri Pertahanan Israel Israel Katz untuk menyerang Teheran karena dianggap melanggar kesepakatan.
Iran membantah tuduhan itu dan menegaskan tidak menembakkan rudal setelah kesepakatan berlaku.
"Presiden Trump mengatakan perdamaian akan berlangsung selamanya. Tapi kami butuh data yang lebih jelas sebelum menarik kesimpulan," tambah Lavrov.
Dalam kesempatan terpisah, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov juga menyampaikan bahwa Rusia menyambut baik segala upaya untuk menghentikan konflik, termasuk gencatan senjata Iran-Israel.
“Jika benar-benar memungkinkan mencapai gencatan senjata, tentu ini sangat kami dukung. Tapi kami tetap berharap itu bisa berlangsung berkelanjutan,” ucap Peskov kepada wartawan di Moskow.
Ia juga membantah anggapan bahwa Moskow tidak cukup mendukung Teheran. Menurut Peskov, Rusia menunjukkan sikap tegas lewat posisi diplomatik yang konsisten sejak awal konflik, tanpa harus mencampuri langsung pertempuran.
Lebih lanjut, Peskov mengakui belum ada informasi valid soal seberapa besar kerusakan fasilitas nuklir Iran akibat serangan AS.
Namun, ia menyayangkan adanya pihak-pihak yang ingin memanfaatkan konflik ini untuk merusak hubungan Rusia dan Iran.
Sebelumnya, Presiden Trump mengumumkan bahwa gencatan senjata “lengkap” telah dicapai pada Senin (23/6/2025) malam.
Ia mengatakan, perang 12 hari antara Iran dan Israel telah berakhir, dimulai dari serangan Israel ke fasilitas nuklir Iran pada Jumat (13/6/2025), dan berakhir dengan serangan balasan dari Iran ke pangkalan AS di Qatar.
Gencatan senjata dimulai pada Selasa (24/6/2025) pukul 04.00 waktu setempat, dengan harapan tidak ada lagi serangan lanjutan.
Namun, beberapa jam kemudian, Israel kembali mengeklaim adanya pelanggaran oleh Iran dan memerintahkan serangan ke Teheran.
Iran membantah keras klaim tersebut dan berjanji akan memberikan respons militer tegas bila kembali diserang Israel.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




