29 WNI Dievakuasi dari Iran, 18 Dialihkan ke Jeddah karena Delay
Selasa, 24 Juni 2025 | 23:50 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Indonesia terus mengupayakan evakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) dari Iran di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah. Sebanyak 29 WNI dijadwalkan pulang ke tanah air dalam gelombang pertama evakuasi pada Selasa (24/6/2025).
Namun hingga malam hari, baru 11 orang yang berhasil mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten, melalui jalur penerbangan dari Baku, Azerbaijan.
Sebanyak 18 WNI lainnya masih tertahan karena adanya gangguan pada jalur penerbangan menuju Doha, Qatar.
18 WNI Dievakuasi Dialihkan ke Jeddah
Menurut Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri, Andy Rachmianto, ke-18 WNI yang belum tiba saat ini telah diamankan dan dialihkan ke Jeddah, Arab Saudi, setelah sempat mengalami penundaan penerbangan (delay).
“Mereka seharusnya tiba di Jakarta sore ini, tetapi karena penerbangan mereka menggunakan Qatar Airways dan rute Doha terdampak serangan balasan Iran ke pangkalan militer AS di sana, jadwalnya terganggu,” jelas Andy di Bandara Soetta.
Situasi Penerbangan Terdampak Serangan Iran
Gangguan penerbangan ini merupakan imbas dari ketegangan militer antara Iran dan Amerika Serikat (AS), khususnya setelah serangan balasan Iran terhadap pangkalan militer AS di wilayah Teluk, termasuk Qatar.
Kondisi tersebut memaksa dua pesawat yang mengangkut 18 WNI dialihkan pendaratannya ke Jeddah.
Andy memastikan bahwa keselamatan para WNI tetap menjadi prioritas utama pemerintah. Setelah penyesuaian rute dilakukan, ke-18 WNI telah berhasil diberangkatkan kembali dari Jeddah menuju Doha.
“Alhamdulillah, 18 saudara-saudara kita tersebut sudah berhasil diterbangkan dari Jeddah ke Doha. Sekarang kami menunggu jadwal selanjutnya dari Doha ke Jakarta,” ungkapnya.
Proses Evakuasi Masih Berlanjut
Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) memastikan bahwa evakuasi WNI dari wilayah konflik akan terus dilakukan secara bertahap, dengan memprioritaskan keselamatan dan kelancaran logistik transportasi.
Rangkaian evakuasi ini dilakukan menyusul memanasnya situasi keamanan di Iran akibat konflik terbuka antara Iran, Israel, dan keterlibatan AS dalam serangan ke fasilitas nuklir Iran.
Pemerintah RI juga telah membuka posko bantuan dan koordinasi evakuasi melalui Kedutaan Besar RI di Teheran serta sejumlah negara perantara, seperti Azerbaijan dan Arab Saudi.
Kemenlu terus memantau perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah dan bekerja sama dengan otoritas negara-negara mitra untuk memastikan proses evakuasi WNI dari Iran berjalan aman dan efisien.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




