ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Waduh! China Ikut Pantau Gencatan Senjata Iran-Israel

Rabu, 25 Juni 2025 | 00:01 WIB
HH
HH
Penulis: Harumbi Prastya Hidayahningrum | Editor: HP
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun (Antara/Desca Lidya Natalia)

Beijing, Beritasatu.com - Di tengah meredanya ketegangan militer antara Iran dan Israel, China menyatakan keprihatinan dan komitmennya untuk memantau proses gencatan senjata yang mulai berlaku pada Selasa (24/6/2025) pukul 04.00 GMT.

“China mencermati perkembangan di Timur Tengah. Kami tidak ingin melihat meningkatnya ketegangan,” ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, dalam konferensi pers rutin di Beijing.

Beijing dengan tegas menyampaikan bahwa jalur militer bukan cara menyelesaikan konflik. Guo menekankan pentingnya kembali ke mekanisme dialog dan negosiasi diplomatik.

ADVERTISEMENT

“China menyerukan semua pihak untuk kembali ke jalur penyelesaian politik secepat mungkin,” ucap Guo.

“Kami siap bekerja sama dengan komunitas internasional demi perdamaian dan stabilitas kawasan," tambahnya.

Sikap ini mencerminkan posisi netral China yang konsisten, terutama di tengah dinamika konflik besar seperti ini. Beijing juga menunjukkan kesiapan berperan aktif sebagai mediator jika diperlukan.

Konflik bersenjata antara Iran dan Israel meletus sejak Jumat (13/6/2025), dengan serangan udara besar-besaran Israel ke fasilitas nuklir Iran sebagai pemicu utama. Iran membalas melalui peluncuran rudal dalam beberapa gelombang.

Media Iran mengonfirmasi bahwa mereka menghentikan serangan setelah menembakkan salvo terakhir menjelang waktu yang ditentukan. Namun, kerusakan dan korban sudah meluas.

Di Israel, 25 orang tewas dan ratusan terluka akibat rentetan rudal Iran, termasuk serangan ke permukiman di Kota Beersheba yang menewaskan enam orang.

Sementara itu, di Iran, 430 orang dilaporkan tewas dan lebih dari 3.500 lainnya terluka, menurut data Kementerian Kesehatan Iran, akibat serangan Israel selama 12 hari terakhir.

Meski Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata akan berlaku mulai pukul 04.00 GMT, pihak Iran melalui Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi mengklarifikasi bahwa tidak ada kesepakatan formal yang diteken.

“Jika Israel menghentikan agresinya selambat-lambatnya pukul 04.00, maka Iran tidak akan melanjutkan serangan,” ujar Araqchi melalui akun X miliknya.

Ia menambahkan, keputusan akhir akan ditentukan kemudian, menunjukkan kehati-hatian Iran dalam menanggapi gencatan senjata sepihak.

Meski gencatan senjata Iran dan Israel sudah mulai berlaku, kerentanan situasi masih sangat tinggi. Serangan terakhir dari kedua pihak serta pernyataan ambigu dari Iran menandakan bahwa proses menuju deeskalasi total masih panjang dan rapuh.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Sebut Proposal Iran Sampah, Trump: Gencatan Senjata Sedang Sekarat!

Sebut Proposal Iran Sampah, Trump: Gencatan Senjata Sedang Sekarat!

INTERNASIONAL
Harga Minyak Dunia Melemah, Pasar Antisipasi Kenaikan Produksi OPEC+

Harga Minyak Dunia Melemah, Pasar Antisipasi Kenaikan Produksi OPEC+

EKONOMI
6 Hal Soal Gencatan Senjata Iran-Israel yang Belum Terjawab

6 Hal Soal Gencatan Senjata Iran-Israel yang Belum Terjawab

INTERNASIONAL
Hindari Lonjakan Harga BBM, Gencatan Iran-Israel Diharapkan Langgeng

Hindari Lonjakan Harga BBM, Gencatan Iran-Israel Diharapkan Langgeng

INTERNASIONAL
Seusai Gencatan Senjata, Khamenei Peringatkan AS Soal Serangan Balasan

Seusai Gencatan Senjata, Khamenei Peringatkan AS Soal Serangan Balasan

INTERNASIONAL
Harga Minyak Stabil, Investor Waspadai Gencatan Senjata Iran-Israel

Harga Minyak Stabil, Investor Waspadai Gencatan Senjata Iran-Israel

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon