ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

China Harap Surat Tarif Trump Sesuai Komunikasi dengan Xi Jinping

Sabtu, 5 Juli 2025 | 05:10 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
Ilustrasi bendera China.
Ilustrasi bendera China. (AP/AP)

Beijing, Beritasatu.com - Pemerintah China menyatakan harapannya agar surat tarif yang direncanakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kepada negara-negara mitra dagang mencerminkan hasil komunikasi yang telah dibangun dengan Presiden Xi Jinping.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning mengatakan, pihaknya berharap AS dapat berjalan seiring dengan China dalam menjaga dan menerapkan kesepahaman yang telah dicapai oleh kedua presiden saat melakukan percakapan telepon.

Sebelumnya, Trump menyampaikan kepada media bahwa ia akan mengirimkan surat kepada sekitar 200 negara terkait kebijakan tarif baru dan aturan perdagangan. Surat-surat tersebut direncanakan dikirim sebelum tenggat waktu 9 Juli 2025, yang menandai berakhirnya masa penangguhan sementara tarif perdagangan.

ADVERTISEMENT

Trump dan Jinping diketahui telah berbicara melalui sambungan telepon pada 5 Juni 2025. Dalam percakapan itu, Jinping menekankan pentingnya AS bersikap adil dan obyektif terhadap capaian China, serta menyerukan pencabutan kebijakan negatif terhadap negaranya. Jinping juga secara terbuka mengundang Trump untuk berkunjung ke Beijing.

Trump menggambarkan perbincangan tersebut sebagai diskusi yang produktif dan konstruktif, dengan fokus utama pada isu perdagangan yang dinilainya memberikan hasil positif bagi kedua negara.

Mao Ning menambahkan, tidak ada pihak yang diuntungkan dari perang dagang. "Kami berharap kedua negara dapat bekerja sama untuk mewujudkan hubungan ekonomi dan perdagangan yang sehat dan stabil," ucap dial

Trump berharap bahwa surat-surat tersebut dapat menjadi langkah penyelesaian bagi sengketa dagang yang selama ini berlangsung dengan sejumlah negara. Ia menyatakan bahwa AS akan menilai perlakuan dagang dari masing-masing negara sebagai dasar kebijakan tarif.

“Kami akan mengevaluasi bagaimana negara-negara memperlakukan AS. Apakah mereka fair atau tidak. Jika tidak, kami tidak akan ragu menetapkan tarif yang tinggi,” ujar Trump.

Kebijakan tarif balasan ini pertama kali diumumkan Trump pada 2 April, namun penerapannya ditunda selama 90 hari untuk memberi kesempatan negosiasi. Selama masa penangguhan, diberlakukan tarif sementara sebesar 10%.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon