Hari Pertama KTT BRICS, Prabowo Bahas Perdamaian hingga AI
Minggu, 6 Juli 2025 | 17:14 WIB
Rio De Janeiro, Beritasatu.com - Presiden Prabowo Subianto memulai partisipasinya dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2025 dengan menghadiri rangkaian pertemuan penting seputar perdamaian global, reformasi tata kelola, dan kecerdasan buatan (AI) di Museum Seni Modern (MAM), Rio De Janeiro, Brazil, Minggu (6/7/2025) waktu setempat.
KTT BRICS tahun ini mengusung tema besar “Strengthening Global South Cooperation to a More Inclusive and Sustainable Governance”, yang menekankan pentingnya kerja sama negara-negara berkembang dalam menciptakan sistem global yang lebih setara.
Hari pertama dimulai pukul 09.30 waktu setempat dengan upacara penyambutan resmi dan sesi foto bersama seluruh pemimpin negara anggota BRICS.
Tak lama kemudian, Presiden Prabowo bersama para kepala negara menghadiri sesi pleno pertama bertajuk “Perdamaian dan Keamanan serta Reformasi Tata Kelola Global.”
Dalam forum ini, Indonesia menyoroti peran penting dialog dan diplomasi dalam menyelesaikan konflik global serta pentingnya tata kelola internasional yang lebih adil, terutama bagi negara-negara berkembang.
Sebagai anggota baru BRICS sejak awal tahun 2025, Indonesia mengusung posisi sebagai “jembatan dialog” untuk menjembatani perbedaan antara kekuatan global demi stabilitas geopolitik.
Setelah makan siang dan pertemuan tertutup, agenda dilanjutkan dengan sesi pleno kedua pukul 16.00 bertema “Penguatan Multilateralisme, Urusan Ekonomi-Keuangan, dan Kecerdasan Buatan.”
Presiden Prabowo menekankan pentingnya AI sebagai peluang dan tantangan bersama, khususnya dalam hal keamanan, etika, dan kesenjangan teknologi antarnegara.
Dalam kesempatan tersebut, Indonesia menegaskan komitmennya terhadap pemanfaatan AI yang inklusif dan bertanggung jawab.
Presiden Prabowo didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi, di antaranya yaitu Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Wamenkeu Thomas Djiwandono, dan Wamenlu Arrmanatha Nasir.
Delegasi Indonesia menyampaikan pesan bahwa BRICS merupakan platform strategis untuk memperjuangkan tatanan global yang adil serta mendorong kolaborasi di bidang ekonomi, teknologi, pendidikan, dan keuangan internasional.
Agenda hari kedua, Senin (7/7/2025), akan difokuskan pada isu lingkungan hidup, COP30, dan kesehatan global.
Seluruh sesi pleno disiarkan langsung melalui BRICS TV dan media center di Vivo Rio Concert Hall, yang hanya berjarak 10 meter dari lokasi pertemuan.
Namun, beberapa sesi seperti makan siang dan rapat tertutup tidak terbuka bagi media.
Kehadiran Indonesia sebagai anggota baru BRICS memperkuat peran negara-negara Global South dalam percaturan global.
Dengan membahas isu strategis seperti perdamaian, multilateralisme, dan kecerdasan buatan, Presiden Prabowo Subianto menegaskan posisi Indonesia dalam mendorong tata kelola dunia yang inklusif dan berkelanjutan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




