ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

AS Cabut Status Teroris HTS, Trump Longgarkan Sanksi Suriah

Selasa, 8 Juli 2025 | 10:12 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Pemimpin baru Suriah Ahmed Al-Sharaa.
Pemimpin baru Suriah Ahmed Al-Sharaa. (YouTube.com/France 24)

Washington, Beritasatu.com – Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi mencabut status Front Al-Nusrah, yang juga dikenal sebagai Hay'at Tahrir Al-Sham (HTS), sebagai organisasi teroris asing, menurut memo dari Departemen Luar Negeri AS yang dirilis Senin (7/7/2025). Langkah ini merupakan bagian dari upaya Washington untuk melonggarkan sanksi terhadap Suriah dan membuka kembali akses negara itu ke sistem keuangan global.

Memo tersebut bertanggal 23 Juni 2025 dan ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, serta dipublikasikan dalam pratinjau Federal Register sebelum resmi diumumkan pada Selasa.

“Setelah berkonsultasi dengan jaksa agung dan menteri keuangan, saya dengan ini mencabut penetapan Front Al-Nusrah, yang juga dikenal sebagai Hay'at Tahrir Al-Sham (dan alias lainnya), sebagai organisasi teroris asing,” tulis Rubio dalam memo resmi.

ADVERTISEMENT

Langkah ini dilakukan hanya seminggu setelah Presiden Trump menandatangani perintah eksekutif untuk mengakhiri program sanksi ekonomi terhadap Suriah, sebagai bagian dari janji AS untuk mendukung rekonstruksi negara tersebut pascaperang saudara berkepanjangan yang menghancurkan berbagai sektor kehidupan.

Hay’at Tahrir Al-Sham sebelumnya dikenal sebagai cabang Al-Qaeda di Suriah dengan nama Front Al-Nusrah, tetapi beberapa tahun lalu kelompok ini memutuskan hubungan dengan jaringan teroris global tersebut.

Pada Desember 2024, Presiden Suriah Ahmed Al-Sharaa, yang kini memimpin HTS, memimpin serangan besar bersama kelompok pemberontak Islam lainnya yang berhasil menggulingkan mantan Presiden Bashar Assad. Di bawah kepemimpinan Sharaa, HTS menyatakan tekad untuk membangun Suriah yang inklusif dan demokratis, menjauh dari ideologi ekstrem.

Hingga saat ini, Kementerian Luar Negeri Suriah belum memberikan tanggapan resmi atas pencabutan status teroris tersebut.

Sebelumnya, pada Mei 2025, Trump dan Presiden Sharaa mengadakan pertemuan bersejarah di Riyadh, Arab Saudi. Dalam pertemuan itu, Trump secara mengejutkan mengumumkan pencabutan sanksi AS terhadap Suriah, menandai perubahan besar dalam kebijakan luar negeri Washington terhadap negara tersebut.

Langkah ini juga dianggap sebagai sinyal dukungan AS terhadap pemerintahan baru di Suriah yang lebih moderat dan membuka peluang kerja sama internasional dalam membangun kembali negara yang selama lebih dari satu dekade dilanda konflik bersenjata.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon