Swedia Pertimbangkan Naikkan Usia Mobilisasi Militer Jadi 70 Tahun
Selasa, 15 Juli 2025 | 11:05 WIB
Stockholm, Beritasatu.com — Swedia tengah mempertimbangkan untuk menaikkan batas usia mobilisasi ulang militer sebagai bagian dari strategi memperkuat kesiapan nasional menghadapi potensi krisis keamanan di masa depan.
Menteri Pertahanan Swedia Pål Jonson, pada Minggu (13/7/2025), menyampaikan hasil investigasi pemerintah yang menyoroti perlunya peningkatan kapasitas personel militer. “Swedia sedang menghadapi masa-masa sulit,” ujarnya.
“Itu sebabnya kami melakukan investasi signifikan di bidang pertahanan,” katanya.
Salah satu usulan dalam laporan tersebut adalah menaikkan batas usia mantan perwira militer yang dapat dimobilisasi kembali, dari 47 tahun menjadi 70 tahun. Selain itu, investigasi juga menyarankan penghapusan batas waktu maksimal 10 tahun bagi mantan wajib militer untuk dipanggil kembali ke dinas aktif.
Menurut Jonson, usulan-usulan tersebut akan ditelaah lebih lanjut dan diharapkan dapat diajukan sebagai rancangan undang-undang ke parlemen pada awal 2026.
Langkah ini merupakan bagian dari respons jangka panjang Swedia terhadap meningkatnya ketegangan geopolitik, khususnya sejak invasi Rusia ke Krimea pada 2014. Sebelumnya, setelah Perang Dingin, Swedia sempat memangkas drastis anggaran pertahanannya dan lebih fokus pada misi penjaga perdamaian internasional.
Namun, ancaman regional membuat Swedia mengubah arah kebijakan. Pada 2017, pemerintah memberlakukan kembali wajib militer setelah sempat dihentikan selama tujuh tahun. Terbaru, pada Maret 2025 lalu, Swedia mengumumkan akan meningkatkan anggaran pertahanannya sebesar US$ 31 miliar dalam satu dekade ke depan.
Target ambisius pemerintah adalah menjadikan anggaran pertahanan mencapai 3,5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2030, seiring dengan status keanggotaan penuh Swedia di NATO yang resmi disahkan tahun ini.
Kebijakan peningkatan usia mobilisasi ini dinilai menjadi salah satu pilar penting dalam memperkuat kesiapsiagaan militer nasional, tidak hanya dari sisi teknologi dan alutsista, tetapi juga dalam hal ketersediaan sumber daya manusia militer yang terlatih.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




