ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Janda Presiden Soekarno Mengaku Dihambat Masuk Dunia Politik Jepang

Kamis, 24 Juli 2025 | 07:12 WIB
WT
WT
Penulis: Wahyu Sahala Tua | Editor: WS
Dewi Soekarno mengeklaim dihambat dengan segala cara untuk masuk ke dunia politik Jepang.
Dewi Soekarno mengeklaim dihambat dengan segala cara untuk masuk ke dunia politik Jepang. (Google)

Jakarta, Beritasatu.com - Dewi Soekarno, janda dari Presiden pertama Indonesia Soekarno, mengungkap pengalaman pahit yang ia alami saat mencoba memasuki dunia politik di Jepang. Ia mengaku mendapat berbagai hambatan yang tak pernah dibayangkannya.

Saat ini Dewi Soekarno memang telah mendirikan partai Heiwa 12. Partai tersebut memiliki misi melindungi anjing dan berupaya untuk hidup berdampingan dengan manusia. Partai ini juga bermaksud mendirikan lembaga khusus yang mengawasi penyiksaan hewan dan memperberat hukuman atas tindakan tersebut.

Hanya saja sejak partai tersebut didirikan, Dewi Soekarno ternyata mengalami banyak hambatan. Ia merasa sangat sulit masuk ke dunia politik Jepang. 

"Sejak saya menyatakan diri akan terjun ke dunia politik, berbagai pembatasan mulai menimpa saya, jauh lebih besar dari yang pernah saya bayangkan," ujar Dewi Soekarno dikutip dari blog pribadi, Kamis (24/7/2025). 

ADVERTISEMENT
Dewi Soekarno mendirikan partai Heiwa 12 di Jepang. - (Blog Dewi Soekarno/DOK)
Dewi Soekarno mendirikan partai Heiwa 12 di Jepang. - (Blog Dewi Soekarno/DOK)

Menurut pengakuannya, hambatan yang ia rasakan bersifat sistematis. Intinya ia benar-benar seperti dilarang untuk bisa masuk ke dunia politik Jepang. 

Ia mencontohkan larangannya tampil di televisi. Ini ironis mengingat Dewi Soekarno merupakan selebritas Jepang yang cukup sering muncul di layar kaca. 

Hambatan lainnya juga muncul dalam bentuk lain. Acara amal yang rutin ia adakan enam kali setahun juga dihentikan. Bahkan, ia harus membatalkan seluruh iklan dan membayar denda besar karena dianggap melanggar aturan ketat bagi calon politikus di Jepang.

Upayanya ke dunia politik Jepang justru semakin terjal ketika ia mengalami kesulitan mendapatkan legalitas identitas. Hingga pertengahan Juni 2025, permohonannya untuk kembali menjadi warga negara Jepang belum dikabulkan, meskipun ia sudah menunggu lebih dari delapan bulan. Ia menduga ada tekanan politik di balik lambannya proses tersebut.

"Saya belum pernah didakwa, bahkan belum benar-benar muncul di panggung politik, tapi sudah diperlakukan seperti ini. Sangat tidak masuk akal," keluh Dewi Soekarno.

Di akhir pernyataannya, Dewi Soekarno juga menyayangkan sikap Akiko Fujimura, mantan koleganya, yang justru menjelek-jelekkan rekan aktivis lainnya dan mencemarkan nama partai yang mereka bentuk bersama. Ia menutup pengakuannya dengan nada kecewa atas perlakuan yang diterimanya hanya karena berniat kembali mengabdi melalui jalur politik.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon