Pekerja Kamboja di Thailand Jadi Korban Serangan
Jumat, 25 Juli 2025 | 10:52 WIB
Bangkok, Beritasatu.com – Di tengah ketegangan perbatasan antara Thailand dan Kamboja, komunitas pekerja dan pelajar Kamboja di Thailand mengungkapkan rasa takut, kekhawatiran, sekaligus harapan akan perdamaian.
Perdana Menteri Kamboja Hun Manet pada 24 Juli menyerukan warga Kamboja yang tinggal, belajar, dan bekerja di Thailand untuk kembali ke negara asal apabila mengalami tekanan diskriminatif imbas pecahnya konflik bersenjata di perbatasan kedua negara.
Bentrokan bersenjata terjadi pada Kamis (24/7/2025) pagi di dekat Kuil Ta Moan Thom di wilayah yang disengketakan. Pertempuran meningkat ketika kedua pihak saling melancarkan serangan menggunakan senjata berat, termasuk artileri roket BM-21 dan jet tempur F-16.
Menurut Kementerian Tenaga Kerja Thailand, sekitar 1,5 juta warga Kamboja tinggal di Thailand, termasuk 500.000 pekerja migran, yang kini merasa terancam akibat ketegangan tersebut.
Beberapa jam setelah bentrokan pecah, media lokal Thailand melaporkan seorang pekerja migran Kamboja di Provinsi Chanthaburi diserang warga setempat. Bon Thongteem (24), yang bekerja di rumah jagal, diserang dua pemuda setelah ditanya asal-usulnya. Thongteem mengalami luka robek di wajah dan memar di tubuhnya, tetapi menolak dibawa ke rumah sakit.
Meski tetap menyatakan cintanya kepada Thailand, Thongteem memutuskan pulang ke Kamboja karena merasa tidak aman. Namun, ia berharap suatu hari dapat kembali bekerja di Thailand ketika situasi membaik.
Sebuah surat terbuka dari pelajar Kamboja di Universitas Ubon Ratchathani menjadi viral di media sosial. Mahasiswa itu mengungkapkan kekhawatiran mendalam tentang masa depan hubungan kedua negara dan ketakutannya akan perlakuan diskriminatif.
“Sejak konflik meletus, emosi saya menjadi berat. Saya khawatir apakah orang Thailand akan membenci saya hanya karena saya orang Kamboja,” tulisnya.
Meski demikian, ia tetap berharap pada perdamaian dan kebaikan hati manusia. Surat tersebut menuai simpati netizen Thailand yang menegaskan mahasiswa itu diterima dengan baik dan aman di negara mereka.
Di media sosial, warga Thailand mengecam serangan terhadap pekerja Kamboja dan menyerukan untuk tidak menggeneralisasi serta menjaga hubungan antarwarga.
“Bayangkan jika orang Thailand di Kamboja diperlakukan seperti itu,” tulis seorang warganet.
Ketegangan perbatasan ini berdampak langsung pada komunitas Kamboja di Thailand, namun sebagian besar masih menyatakan keinginan untuk kembali hidup damai dan melanjutkan aktivitas seperti biasa setelah situasi pulih.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




