ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Prancis Akui Palestina, Indonesia Desak Negara Lain Segera Ikut

Sabtu, 26 Juli 2025 | 14:11 WIB
A
SL
Penulis: Antara | Editor: LES
Fan mengibarkan bendera Palestina pada pertandingan hari Minggu melawan Hearts di Tynecastle
Fan mengibarkan bendera Palestina pada pertandingan hari Minggu melawan Hearts di Tynecastle (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI menyambut baik keputusan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menyatakan pengakuan resmi terhadap Negara Palestina.

Melalui akun resmi X @Kemlu_RI pada Sabtu (26/7/2025), Kemenlu menyebut pengakuan Prancis sebagai langkah positif bagi prospek berdirinya Negara Palestina yang berdaulat dan merdeka.

“Berdirinya Negara Palestina yang berdaulat dan merdeka, berdasarkan batas wilayah 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota, melalui solusi dua negara,” tulis pernyataan resmi Kemenlu RI.

ADVERTISEMENT

Indonesia juga mendorong semua negara yang belum mengakui Palestina agar mengikuti langkah Prancis.

Sebelumnya, Macron menyatakan kesiapannya untuk menyampaikan pengakuan kedaulatan Palestina dalam Sidang Umum PBB pada September 2025.

“Konsisten dengan komitmen bersejarah demi perdamaian berkelanjutan di Timur Tengah, saya memutuskan Prancis mengakui Negara Palestina,” tulis Macron di X pada Jumat (25/7/2025).

Macron menegaskan prioritas mendesak saat ini adalah menghentikan perang di Gaza, mengirimkan bantuan kemanusiaan, melakukan demiliterisasi Hamas, memastikan keamanan kawasan, dan membangun kembali Gaza. Dalam jangka panjang, ia menekankan pentingnya dukungan internasional untuk menjamin Palestina bertahan sebagai negara berdaulat dan ikut mewujudkan stabilitas regional dengan menerima demiliterisasi serta mengakui penuh Israel.

Jika terealisasi, Prancis akan menjadi negara pertama dari kelompok G7 yang mengakui Negara Palestina. Saat ini, 147 dari 193 negara anggota PBB telah secara resmi mengakui Palestina.

Kementerian Luar Negeri Palestina menyebut keputusan Macron sebagai langkah bersejarah yang mencerminkan komitmen pada hukum internasional dan penyelesaian konflik secara damai sesuai resolusi PBB.

Namun, Amerika Serikat menolak langkah tersebut. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut pengakuan itu sebagai keputusan sembrono yang hanya melayani propaganda Hamas dan menghambat perdamaian.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Dewan Gereja: Serangan Israel ke Umat Kristen di Palestina Meningkat

Dewan Gereja: Serangan Israel ke Umat Kristen di Palestina Meningkat

INTERNASIONAL
Tim Relawan Indonesia Bersiap Mulai Misi Kemanusian ke Gaza via Darat

Tim Relawan Indonesia Bersiap Mulai Misi Kemanusian ke Gaza via Darat

INTERNASIONAL
23.000 Warga Palestina Ditangkap sejak Perang Gaza pada Oktober 2023

23.000 Warga Palestina Ditangkap sejak Perang Gaza pada Oktober 2023

INTERNASIONAL
212 Demonstran Dukung Palestine Action Ditangkap di London

212 Demonstran Dukung Palestine Action Ditangkap di London

INTERNASIONAL
Dunia Didesak Batalkan UU Hukuman Mati bagi Warga Palestina

Dunia Didesak Batalkan UU Hukuman Mati bagi Warga Palestina

INTERNASIONAL
Angelina Jolie Ungkap Kisah Nyata Kehidupan Pilu Warga di Gaza

Angelina Jolie Ungkap Kisah Nyata Kehidupan Pilu Warga di Gaza

LIFESTYLE

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon