ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Trump Usul Tukar Wilayah Ukraina-Rusia demi Akhiri Perang

Selasa, 12 Agustus 2025 | 10:17 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Momen Trump dan Zelensky bertemu di Vatikan, Sabtu 26 April 2025.
Momen Trump dan Zelensky bertemu di Vatikan, Sabtu 26 April 2025. (Ukrainian Presidential Press Service/Istimewa)

Washington, Beritasatu.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin (11/8/2025), menyatakan Ukraina dan Rusia perlu menyerahkan sebagian wilayah satu sama lain untuk mengakhiri perang. Trump menambahkan, pertemuannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska pada Jumat (15/8/2025) mendatang akan menjadi ajang menguji kemungkinan tercapainya kesepakatan damai.

Trump mengatakan pembicaraan itu akan menjadi uji coba untuk mengukur kesediaan Putin berdamai. “Saya mungkin tahu dalam dua menit pertama apakah ada kemajuan atau tidak,” ujarnya dalam konferensi pers di Gedung Putih. 

“Saya akan mengatakan kepadanya, Anda harus mengakhiri perang ini,” ungkap Trump.

ADVERTISEMENT

Trump menargetkan gencatan senjata cepat dalam konflik yang telah berlangsung tiga setengah tahun. Ia juga membuka peluang pertemuan tiga arah dengan Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Namun, sejumlah pemimpin Eropa khawatir Washington akan memaksakan kesepakatan yang merugikan Kyiv. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Perdana Menteri Kanada Mark Carney menegaskan upaya perdamaian harus dibangun bersama Ukraina, bukan dipaksakan.

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Kaja Kallas mengingatkan agar tidak memberikan konsesi kepada Moskow. Ia menekankan pentingnya gencatan senjata tanpa syarat, disertai pemantauan dan jaminan keamanan yang kuat. UE juga tengah menyiapkan paket sanksi ke-19 terhadap Rusia serta menambah dukungan militer untuk Ukraina.

Zelensky memperingatkan bahwa konsesi kepada Rusia tidak akan meyakinkan seorang pembunuh dan menegaskan sanksi harus dipertahankan hingga Kyiv mendapat jaminan keamanan.

Sejak invasi penuh pada Februari 2022, Rusia menguasai sekitar 20% wilayah Ukraina. Trump mengakui akan ada pertukaran wilayah, namun tidak memerinci wilayah mana yang dimaksud.

Menjelang pertemuan, Zelenskyy menggalang dukungan internasional, termasuk dari India dan Arab Saudi. Sementara Putin melakukan kontak diplomatik dengan Tiongkok, India, Brasil, dan negara-negara bekas Soviet. Jerman akan menggelar pertemuan virtual pemimpin Eropa pada Rabu (13/8/2025) untuk menyatukan tekanan terhadap Moskow.

Pemerintahan Trump belum mengungkap detail rencana pertukaran wilayah ataupun mekanisme memastikan Putin mematuhi gencatan senjata. Utusan khusus AS untuk Ukraina, pensiunan Jenderal Keith Kellogg, sebelumnya mengusulkan pembentukan pasukan ketahanan NATO Eropa untuk mengamankan garis depan dan zona demiliterisasi di Ukraina timur.

Pada Juli 2025 lalu, Inggris dan Prancis membentuk koalisi lebih dari 30 negara guna merancang rencana pasukan serta membangun kembali kekuatan militer Ukraina. Kellogg juga menyatakan Ukraina tidak akan bergabung dengan NATO, memenuhi salah satu tuntutan utama Putin.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Trump Bercanda Bisa Masuk Surga Jika Sukses Setop Perang Ukraina-Rusia

Trump Bercanda Bisa Masuk Surga Jika Sukses Setop Perang Ukraina-Rusia

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon