ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Trump Bercanda Bisa Masuk Surga Jika Sukses Setop Perang Ukraina-Rusia

Jumat, 22 Agustus 2025 | 12:46 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Presiden Donald Trump berjalan di Cross Hall bersama Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, diikuti oleh Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Friedrich Merz, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, Presiden Finlandia Alexander Stubb, Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, di Gedung Putih, Senin, 18 Agustus 2025, di Washington.
Presiden Donald Trump berjalan di Cross Hall bersama Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, diikuti oleh Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Friedrich Merz, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, Presiden Finlandia Alexander Stubb, Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, di Gedung Putih, Senin, 18 Agustus 2025, di Washington. (AP/AP)

Washington, Beritasatu.com –  Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan pernyataan kontroversial sekaligus bercanda saat tampil di acara bincang-bincang Fox & Friends, Selasa (19/8/2025). Ia mengatakan akan masuk surga jika mampu mengakhiri perang antara Rusia dan Ukraina.

Trump menyinggung hal itu setelah bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, di mana keduanya mempererat komunikasi untuk membuka dialog dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

“Saya hanya ingin menyelesaikan ini. Jika saya bisa menyelamatkan 7.000 orang per minggu dari kematian, itu luar biasa. Saya ingin masuk surga jika memungkinkan. Saya dengar saya tidak berada di posisi baik dalam hierarki. Kalau saya bisa masuk surga, ini akan menjadi salah satu alasannya,” kata Trump.

ADVERTISEMENT

Uni Eropa sebelumnya menyatakan tidak akan menangkap Putin jika ia menghadiri pertemuan di Swiss bersama Zelensky. Dalam konteks ini, Trump menegaskan dirinya siap berperan sebagai kunci perdamaian, meskipun banyak pihak mengkritiknya.

Melalui media sosial Truth Social, Trump mengungkapkan bahwa ia baru saja menjamu sejumlah pemimpin dunia di Gedung Putih, termasuk Zelensky, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, Kanselir Jerman Friedrich Merz, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Presiden Finlandia Alexander Stubb, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, serta Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte.

Pertemuan tersebut, menurut Trump, menghasilkan kesepakatan awal mengenai jaminan keamanan bagi Ukraina yang akan didukung negara-negara Eropa dengan koordinasi Amerika Serikat. Ia juga mengaku telah menghubungi Putin untuk mempersiapkan pertemuan langsung antara Putin dan Zelensky.

“Setelah itu, akan ada pertemuan trilateral antara kedua presiden dan saya. Ini langkah awal yang sangat baik menuju akhir perang yang sudah berlangsung hampir empat tahun. Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan Utusan Khusus Steve Witkoff juga sedang berkoordinasi dengan Rusia dan Ukraina,” jelas Trump.

Pernyataan Trump tersebut memicu reaksi beragam, terutama terkait perannya yang kembali menempatkan diri sebagai mediator utama dalam konflik Rusia-Ukraina.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Trump Usul Tukar Wilayah Ukraina-Rusia demi Akhiri Perang

Trump Usul Tukar Wilayah Ukraina-Rusia demi Akhiri Perang

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon