NASA Larang Warga China Ikut dalam Programnya
Kamis, 11 September 2025 | 13:19 WIB
Washington, Beritasatu.com – NASA melarang warga negara China dengan visa Amerika Serikat (AS) bekerja dalam program-program NASA, seiring meningkatnya retorika anti-Beijing di Washington.
Meskipun NASA biasanya memiliki batasan dalam mempekerjakan warga negara China, secara historis mereka dengan visa AS dapat berkontribusi pada penelitian NASA sebagai kontraktor, mahasiswa pascasarjana, atau ilmuwan universitas.
Namun, kini warga negara China yang telah bekerja dengan NASA ditolak aksesnya ke sistem data NASA. Selain itu, partisipasi mereka dalam rapat-rapat terkait pekerjaan, baik secara langsung maupun virtual, juga dibatasi.
“NASA telah mengambil tindakan internal terkait warga negara China, termasuk membatasi akses fisik dan keamanan siber ke fasilitas, materi, dan jaringan kami untuk memastikan keamanan pekerjaan kami,” kata Juru Bicara NASA, Bethany Stevens, seperti dilansir Bloomberg, Kamis (11/9/2025).
Baik China maupun AS berencana mengirim misi berawak ke bulan dalam lima tahun ke depan. Penjabat Administrator NASA, Sean Duffy, menepis kekhawatiran bahwa China akan mengalahkan AS dalam pendaratan di bulan.
Dalam pidatonya baru-baru ini di hadapan seluruh badan antariksa, ia mengatakan akan sangat terkutuk jika hal itu terjadi. “Kita sedang berada dalam perlombaan antariksa kedua saat ini,” kata Duffy dalam siaran langsung NASA.
“China ingin kembali ke bulan sebelum kita. Itu tidak akan terjadi. Amerika telah memimpin di bidang antariksa di masa lalu, dan kita akan terus memimpin di bidang antariksa di masa depan,” tambahnya.
Langkah NASA ini merupakan pergolakan terbaru bagi badan tersebut selama setahun yang ditandai dengan pengurangan staf dan anggaran serta pertanyaan tentang arah inisiatif eksplorasi antariksa andalan.
Senator AS dari Texas, Ted Cruz, mengatakan Amerika perlu memastikan bahwa AS, bukan China, yang menetapkan aturan di antariksa. Cruz menegaskan kepada KTT kedirgantaraan Kamar Dagang AS bahwa pendanaan diberikan kepada NASA.
Karena itu, ia menekankan pentingnya memastikan bahwa astronot Amerika, bukan astronout China, yang akan kembali ke bulan dan memimpin perjalanan ke Mars.
Ketegangan antara AS dan China telah meningkat sejak Donald Trump menjabat pada Januari. Kedua negara terlibat dalam perseteruan dagang yang saling membalas.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




