Israel Adu Argumen Sengit dengan Inggris Soal Gaza dan Palestina
Kamis, 11 September 2025 | 16:40 WIB
London, Beritasatu.com- Presiden Israel Isaac Herzog mengaku berdebat keras dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer terkait perilaku masing-masing negara atas agresi Israel terhadap Palestina terutama Gaza.
“Kami menyampaikan hal-hal dengan keras dan tegas, dan ya jelas kita bisa berdebat karena ketika sekutu bertemu, mereka bisa berdebat. Kita berdua adalah negara demokrasi," kata Herzog, dikutip dari The Straits Times, Kamis (11/9/2025).
Perdebatan keras dalam pertemuan yang digelar di Downing Street pada Rabu (10/9/2025) tersebut kebetulan terjadi setelah Israel memperluas serangannya terhadap Hamas dengan melancarkan serangan udara ke Doha, Qatar.
Serangan ini menuai kecaman keras dari Inggris, salah satunya karena Qatar merupakan sekutu Inggris di Timur Tengah. Starmer menyebut aksi Israel menyerang Qatar adalah tindakan yang tak bisa diterima.
Israel sendiri menentang rencana Inggris bergabung dengan sejumlah negara Barat lainnya seperti Prancis dan Kanada, akan mengakui negara Palestina pada akhir September 2025 dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Herzog mengatakan rencana pengakuan Palestina sebagai negara oleh Inggris dan pandangan Starmer soal bantuan kemanusiaan di Gaza menjadi akar perselisihan dirinya dengan sang perdana menteri.
“Inggris dan Israel adalah sekutu lama dan kami tetap berkomitmen untuk mengupayakan perdamaian abadi bagi Israel dan Palestina.
Sebelumnya, Herzog dan Starmer sempat berjabat tangan tanpa tersenyum di tangga gedung Downing Street sebelum keduanya memasuki gedung.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




