ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Jutaan Warga Palestina di Kota Gaza Tolak Pemindahan Paksa Israel

Sabtu, 13 September 2025 | 14:40 WIB
HH
HH
Penulis: Harumbi Prastya Hidayahningrum | Editor: HP
Bangunan-bangunan yang hancur akibat operasi darat dan udara Israel terlihat di Jalur Gaza saat matahari terbenam, terlihat dari Israel selatan, Jumat 5 September 2025.
Bangunan-bangunan yang hancur akibat operasi darat dan udara Israel terlihat di Jalur Gaza saat matahari terbenam, terlihat dari Israel selatan, Jumat 5 September 2025. (AP/AP)

Gaza, Beritasatu.com - Lebih dari 1 juta warga Palestina di Kota Gaza dan wilayah utaranya memilih tetap bertahan di tanah mereka, meski Israel terus memaksa evakuasi ke bagian selatan Jalur Gaza. Dari jumlah itu, lebih dari 350.000 anak-anak tercatat masih berada di kawasan tersebut, menolak meninggalkan rumah dan harta mereka.

Menurut pernyataan Kantor Media Gaza pada Jumat (12/9/2025), hingga kini Israel telah memaksa sekitar 800.000 warga Palestina pindah ke wilayah al-Mawasi di Khan Younis dan Rafah. Namun, daerah yang disebut sebagai zona aman itu justru tidak memiliki sarana hidup dasar seperti rumah sakit, air bersih, makanan, listrik, maupun pendidikan.

Dalam pernyataannya, kantor itu menegaskan bahwa penolakan warga untuk mengungsi ke selatan terjadi meskipun mereka menghadapi agresi militer, serangan udara, dan genosida Israel. Pemindahan paksa tersebut dianggap sebagai bentuk kejahatan pengusiran permanen yang melanggar hukum internasional.

ADVERTISEMENT

“Lebih dari satu juta warga Palestina, termasuk lebih dari 350.000 anak-anak tetap berada di Kota Gaza dan wilayah utara, teguh di tanah, rumah, dan properti mereka, serta menolak skema pengusiran paksa ke selatan,” demikian pernyataan resmi kantor media tersebut.

Realita justru sebaliknya. Pengungsi mulai kembali dari selatan ke Kota Gaza dan wilayah utara setelah mendapati kondisi di selatan tidak layak untuk bertahan hidup.

Data menunjukkan sekitar 20.000 orang kembali ke wilayah asal mereka pada Kamis (11/9/2025), meski sebelumnya 68.000 orang dipaksa mengungsi di tengah bombardir dan ancaman Israel.

Secara keseluruhan, populasi gabungan Kota Gaza dan wilayah utara mencapai lebih dari 1,3 juta jiwa. Sekitar 398.000 berada di Gaza Utara, 914.000 di Kota Gaza, sementara hampir 300.000 lainnya telah mengungsi dari wilayah timur ke bagian tengah dan barat kota akibat serangan berkelanjutan.

Ironisnya, wilayah al-Mawasi yang disebut Israel sebagai “zona kemanusiaan” justru telah dibom lebih dari 109 kali, menewaskan lebih dari 2.000 orang. Fakta ini menunjukkan bahwa zona aman yang ditetapkan Israel hanyalah ilusi, sebab area perlindungan itu hanya mencakup kurang dari 12% total luas Jalur Gaza.

Kondisi ini memicu kecaman internasional karena Israel dinilai berusaha memaksa lebih dari 1,7 juta warga Palestina tinggal di wilayah sempit tanpa infrastruktur dasar, sekaligus menutup peluang bagi mereka untuk kembali ke tanah dan rumah asalnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Dewan Gereja: Serangan Israel ke Umat Kristen di Palestina Meningkat

Dewan Gereja: Serangan Israel ke Umat Kristen di Palestina Meningkat

INTERNASIONAL
Tim Relawan Indonesia Bersiap Mulai Misi Kemanusian ke Gaza via Darat

Tim Relawan Indonesia Bersiap Mulai Misi Kemanusian ke Gaza via Darat

INTERNASIONAL
23.000 Warga Palestina Ditangkap sejak Perang Gaza pada Oktober 2023

23.000 Warga Palestina Ditangkap sejak Perang Gaza pada Oktober 2023

INTERNASIONAL
212 Demonstran Dukung Palestine Action Ditangkap di London

212 Demonstran Dukung Palestine Action Ditangkap di London

INTERNASIONAL
Dunia Didesak Batalkan UU Hukuman Mati bagi Warga Palestina

Dunia Didesak Batalkan UU Hukuman Mati bagi Warga Palestina

INTERNASIONAL
Angelina Jolie Ungkap Kisah Nyata Kehidupan Pilu Warga di Gaza

Angelina Jolie Ungkap Kisah Nyata Kehidupan Pilu Warga di Gaza

LIFESTYLE

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon