Demo Australia, Polisi Akhirnya Amankan Seorang Pria
Minggu, 14 September 2025 | 16:20 WIB
Australia, Beritasatu.com - Serangkaian aksi protes berlangsung di ibu kota dan kota-kota besar Australia. Ribuan orang terlibat dalam empat unjuk rasa terpisah di Melbourne.
Aksi ini terjadi beberapa minggu setelah massa turun ke jalan dalam demonstrasi antiimigrasi bertajuk March for Australia di seluruh negeri, yang sebagian dihadiri tokoh neo-Nazi. Sekitar 2.500 orang dari berbagai kelompok ikut serta dalam aksi tersebut. Penyelenggara March for Australia membantah adanya kaitan dengan supremasi kulit putih maupun National Socialist Network (NSN).
Polisi menangkap seorang pria dan memisahkan kelompok demonstran yang berseberangan di pusat kota Melbourne. Pria berusia 29 tahun itu ditangkap atas tuduhan perusakan kriminal terkait insiden grafiti. Ia diperiksa di lokasi dan dibebaskan sambil menunggu pemanggilan lebih lanjut.
"Polisi melihat jelas orang tersebut dalam sebuah protes di pusat kota Melbourne hari ini," bunyi pernyataan resmi kepolisian seperti dikutip News.au, Minggu (14/9/2025). "Prioritas utama kami adalah menjaga perdamaian dan memastikan keselamatan para peserta serta masyarakat luas."
Bentrokan sempat terjadi antara aparat dan demonstran kelompok Kedaulatan Adat di St Kilda Rd dekat Pusat Seni, di mana seorang pria diduga disemprot busa capsicum. Polisi menyebut beberapa kali harus turun tangan memisahkan massa dan menggunakan semprotan OC.
Untuk mencegah eskalasi, polisi menutup sejumlah ruas jalan menuju Gedung Parlemen. Petugas membentuk barisan untuk mengisolasi kelompok yang berseberangan. Langkah ini diambil setelah bentrokan keras pada 31 Agustus lalu. Kepolisian Victoria mengingatkan peserta aksi agar menghindari perilaku kekerasan dan antisosial. "Kedua kelompok membubarkan diri dengan damai setelah protes berakhir," ujar pihak kepolisian.
Aksi pada Sabtu sore itu mengangkat berbagai isu, mulai dari korupsi, rasisme, hingga migrasi massal. Sejumlah foto memperlihatkan pengunjuk rasa mengenakan topi bertuliskan Make Australia Great Again.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




