ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Paus Leo Kritik Gaji Elon Musk dan Ketimpangan Eksekutif-Pekerja

Senin, 15 September 2025 | 02:28 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Paus Leo XIV.
Paus Leo XIV. (AP/AP)

Vatikan, Beritasatu.com -  Paus Leo XIV menyoroti kesenjangan gaji antara eksekutif perusahaan dan pekerja biasa, dengan fokus pada rencana kompensasi hampir US$ 1 triliun yang diusulkan Tesla untuk CEO Elon Musk.

Berbicara menanggapi kabar bahwa Elon Musk berpotensi menjadi triliuner pertama di dunia jika pemegang saham Tesla menyetujui paket kompensasi baru, Paus Leo XIV mempertanyakan nilai yang mendasari pencapaian tersebut.

"Apa artinya itu dan apa maksudnya?" ujar Paus dalam wawancara perdananya yang dirilis media. 

ADVERTISEMENT

""Jika hanya kekayaan seperti itu yang bernilai, maka kita dalam masalah besar,” ujarnya.

Pernyataan Paus menambah sorotan publik terhadap rasio gaji eksekutif dan pekerja yang semakin lebar. Ia mencontohkan bahwa puluhan tahun lalu, seorang CEO hanya memperoleh 4–6 kali lipat gaji pekerja, sementara kini bisa mencapai 600 kali lipat dari rata-rata pekerja.

Gaji Fantastis Elon Musk

Diketahui dewan Tesla sebelumnya mengumumkan proposal yang akan memberi Musk ratusan juta lembar saham tambahan jika ia berhasil menaikkan kapitalisasi pasar Tesla menjadi US$ 8,5 triliun, lebih besar daripada gabungan kapitalisasi Meta, Microsoft, dan Alphabet saat ini.

Jika target tercapai, Musk akan memperoleh 423,7 juta saham Tesla dengan nilai tambahan sekitar US$ 900 miliar, menjadikannya eksekutif dengan bayaran terbesar sepanjang sejarah sekaligus manusia pertama dengan kekayaan pribadi 13 digit.

Saat ini, Musk memegang 19,7% saham Tesla, serta kepemilikan signifikan di SpaceX dan xAI.

Paus Leo XIV menegaskan bahwa kesenjangan pendapatan ekstrem telah memengaruhi nilai kehidupan manusia, nilai keluarga, dan nilai masyarakat.

Sementara itu, dewan Tesla melalui Robyn Denholm dan Kathleen Wilson-Thompson membela rencana tersebut. Dalam surat kepada pemegang saham, mereka menyebut mempertahankan Musk sangat penting untuk ambisi Tesla menjadi perusahaan paling berharga dalam sejarah.

Musk pun menyatakan optimismenya. Dalam konferensi pada April 2025, ia menegaskan Tesla akan bertumpu pada pengembangan mobil otonom dan robot humanoid skala besar untuk menjadi perusahaan paling bernilai di dunia.

Pemungutan suara pemegang saham Tesla dijadwalkan pada 6 November, yang akan menentukan apakah rencana kompensasi kontroversial ini disetujui.

Komentar Paus Leo XIV diyakini dapat memengaruhi diskusi publik, investor, hingga politik terkait tata kelola perusahaan. Kutipan lengkap wawancara tersebut akan dimuat dalam biografi terbaru Paus yang segera terbit.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

10 Negara dengan Populasi Paling Sedikit 2026, Nomor 1 hanya 500 Jiwa

10 Negara dengan Populasi Paling Sedikit 2026, Nomor 1 hanya 500 Jiwa

INTERNASIONAL
Kritik Sikap AS-Iran yang Berubah-ubah, Paus Leo: Warga Jadi Korban

Kritik Sikap AS-Iran yang Berubah-ubah, Paus Leo: Warga Jadi Korban

INTERNASIONAL
KWI Apresiasi Misi PWKI Temui Paus Leo XIV di Vatikan

KWI Apresiasi Misi PWKI Temui Paus Leo XIV di Vatikan

NASIONAL
Peringatkan Paus Leo XIV, Trump: Nuklir Iran Berbahaya bagi Dunia

Peringatkan Paus Leo XIV, Trump: Nuklir Iran Berbahaya bagi Dunia

INTERNASIONAL
Menlu Prancis Kecam Pernyataan Trump Soal Paus Leo XIV

Menlu Prancis Kecam Pernyataan Trump Soal Paus Leo XIV

INTERNASIONAL
Umat Katolik AS Marah Trump Kritik Paus Leo

Umat Katolik AS Marah Trump Kritik Paus Leo

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon