ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Prabowo Tegaskan KTT Palestina Uji Kredibilitas PBB

Selasa, 23 September 2025 | 07:46 WIB
HH
HH
Penulis: Harumbi Prastya Hidayahningrum | Editor: HP
Presiden Prabowo saat memberikan pidatonya di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Senin 22 September 2025.
Presiden Prabowo saat memberikan pidatonya di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Senin 22 September 2025. (Antara/Mentari Dwi Gayati)

New York, Beritasatu.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Palestina dan Solusi Dua Negara bukan hanya membicarakan nasib rakyat Palestina, tetapi juga menyangkut kredibilitas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Berbicara di hadapan para pemimpin dunia, termasuk Presiden Prancis Emmanuel Macron, Prabowo menekankan bahwa forum ini merupakan wujud tanggung jawab moral dan historis komunitas internasional atas kekerasan yang menimpa warga sipil di Palestina.

“Oleh karena itu, hari ini dengan bermartabat kami berkumpul untuk mengemban tanggung jawab historis kami. Tanggung jawab ini tidak hanya berbicara tentang nasib Palestina, tetapi juga tentang masa depan Israel, dan juga kredibilitas Perserikatan Bangsa-Bangsa,” ujar Prabowo dalam pidatonya di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Senin (22/9/2025) waktu setempat.

ADVERTISEMENT

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyampaikan penghargaan mendalam atas nama bangsa Indonesia kepada Pemerintah Prancis dan Kerajaan Arab Saudi. Kedua negara tersebut menjadi penggagas KTT Solusi Dua Negara yang dianggap penting dalam upaya mencari jalan perdamaian di Timur Tengah.

Prabowo juga menyuarakan keprihatinan mendalam atas tragedi kemanusiaan di Gaza yang menelan ribuan korban jiwa, termasuk perempuan dan anak-anak. Ia mengecam keras kekerasan terhadap warga sipil yang berujung pada penderitaan dan kelaparan.

“Kelaparan mengancam, bencana kemanusiaan sedang terjadi di depan mata kita. Kami mengutuk semua tindakan kekerasan terhadap warga sipil tak berdosa,” tegas Presiden Prabowo.

Prabowo kembali menegaskan bahwa Indonesia konsisten mendukung solusi dua negara sebagai satu-satunya jalan menuju perdamaian. Dalam pernyataannya, Indonesia siap mengakui Israel setelah negara tersebut mengakui kemerdekaan Palestina.

“Kita harus menjamin kenegaraan Palestina, tetapi Indonesia juga menyatakan bahwa setelah Israel mengakui kemerdekaan dan kenegaraan Palestina, Indonesia akan segera mengakui Negara Israel dan mendukung semua jaminan keamanan Israel,” ujarnya.

KTT Palestina dan Solusi Dua Negara ini merupakan rangkaian Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA). Forum tersebut dipimpin bersama oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud.

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres juga turut hadir dalam KTT yang diikuti oleh 33 pemimpin delegasi dari berbagai negara dan organisasi internasional, termasuk Uni Eropa dan Liga Arab.

Prabowo hadir bersama delegasi Indonesia yang terdiri atas Menteri Luar Negeri Sugiono, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani, Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai, serta Wakil Tetap RI untuk PBB, Umar Hadi.

Kehadiran Indonesia dalam forum internasional ini menegaskan komitmen Presiden Prabowo untuk mendorong solusi damai, sekaligus meneguhkan posisi PBB sebagai organisasi global yang berperan penting menjaga perdamaian dunia.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon