ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kanada Gandeng 20 Negara Desak Israel Lindungi Jurnalis di Jalur Gaza

Sabtu, 27 September 2025 | 18:35 WIB
RA
RA
Penulis: Rizky Pradita Ananda | Editor: RP
Kanada bersama 20 negara lainnya mendesak Israel untuk beri perlindungan pada jurnalis yang bertugas di Jalur Gaza, Palestina.
Kanada bersama 20 negara lainnya mendesak Israel untuk beri perlindungan pada jurnalis yang bertugas di Jalur Gaza, Palestina. (AP Photo/Adel Hana/File)

Kanada, Beritasatu.com- Kanada bersama 20 negara mengeluarkan pernyataan bersama yang mendesak perlindungan bagi jurnalis yang bertugas di antara hidup dan mati di Jalur Gaza, Palestina. Selain itu, pernyataan tersebut juga meminta Israel segera mengizinkan pembukaan akses media asing ke Gaza tersebut.

Pernyataan itu dirilis Global Affairs Canada pada Jumat (26/9/2025) didukung oleh Australia, Belgia, Chili, Denmark, Estonia, Finlandia, Prancis, Jerman, Yunani, Islandia, Irlandia, Liechtenstein, Luksemburg, Belanda, Norwegia, Qatar, Slovenia, Swedia, Swiss, dan Inggris.

“Pada Kamis (24/9/2025) di tengah Pekan Tingkat Tinggi Majelis Umum PBB, Prancis bersama Reporters Without Borders menyelenggarakan acara khusus untuk menekankan perlindungan terkait situasi jurnalis di Gaza. Di akhir acara ini, pernyataan ini didukung oleh 21 negara,” isi pernyataan tersebut, dilansir dari Antara, Sabtu (27/9/2025).

ADVERTISEMENT

Negara-negara pendukung menegaskan telah bertemu dengan kelompok masyarakat sipil untuk membahas perlindungan jurnalis di Gaza serta akses terhadap informasi.

“Kami memberikan penghormatan kepada para jurnalis yang tewas dan terluka di Gaza saat menjalankan tugas-tugasnya,” jelas pernyataan tersebut.

Pernyataan tersebut juga menuntut agar perlindungan jurnalis dijamin sesuai hukum humaniter internasional.

“Kami menyerukan kepada Israel untuk mengizinkan jurnalis yang ingin meninggalkan Jalur Gaza dan membuka akses bagi media asing independent agar bisa memasuki Gaza,” tambah pernyataan itu.

Menurut lembaga pengawas media, lebih dari 245 jurnalis dan pekerja media telah tewas di Gaza sejak 7 Oktober 2023. Sementara itu, serangan militer Israel sejak Oktober 2023 telah menewaskan lebih dari 65.500 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon