Kebisuan Washington Soal Gaza Diserang Kritik 2 Pejabat AS
Minggu, 28 September 2025 | 19:21 WIB
Dearborn, Beritasatu.com – Dua pejabat terpilih Amerika Serikat mengkritik kebisuan politik Washington terkait genosida Israel di Gaza, meski gelombang protes publik terus meningkat. Kritik itu disampaikan Anggota Kongres California Ro Khanna dan Wakil Gubernur Michigan Garlin Gilchrist II dalam konvensi Komite Anti-Diskriminasi Amerika-Arab (ADC) di Dearborn, Sabtu (27/9/2025).
Khanna menilai semakin banyak rekan di Partai Demokrat, bahkan sejumlah anggota Partai Republik, mulai meninggalkan posisi tradisional mereka yang selalu mendukung Israel. Ia mempertanyakan alasan AS terus menutup mata terhadap aspirasi Palestina.
“Bagaimana mungkin Anda seorang Demokrat di Kongres dan tidak percaya bahwa sudah waktunya AS mengakui aspirasi Palestina, sementara pemerintah Israel menghapus identitas mereka dan berencana mencaplok Tepi Barat?” kata Khanna.
Ia juga menuding Partai Demokrat maupun Republik rela bungkam demi jutaan dolar sumbangan kampanye dari kelompok pro-Israel. “Lebih dari 150 negara sudah menyerukan pengakuan negara Palestina, tapi AS tidak melakukannya. Itu membuat kita terlihat sebagai paria di mata dunia,” tambahnya.
Sementara itu, Gilchrist menegaskan tidak takut menyebut tindakan Israel di Gaza sebagai genosida. “Pemerintah Netanyahu sedang melakukan genosida. Ini bukan opini, ini fakta yang telah dibuktikan para pemimpin dunia,” ujarnya disambut tepuk tangan meriah.
Ia menolak keras penggunaan dana pajak rakyat Amerika untuk membiayai perang yang menewaskan warga sipil. Gilchrist juga berjanji, sebagai kandidat gubernur Michigan, tidak akan menerima dana dari AIPAC (Komite Urusan Publik Amerika-Israel).
“Saya menghormati martabat setiap orang dan hak mereka untuk merasa aman, memiliki masa depan, serta terbebas dari kekerasan, kelaparan, dan perang,” tegasnya.
Gilchrist mengakui banyak keluarga korban Gaza tinggal di Michigan, khususnya Detroit Raya, sehingga konflik tersebut terasa sangat dekat dengan warganya. “Terlalu banyak orang yang terluka di sini,” katanya.
Acara perayaan ulang tahun ke-45 ADC juga memberikan penghargaan kepada para aktivis, termasuk dua dokter, Mohammed Mustafa dan Mohammed Tahir, yang menceritakan pengalaman menyelamatkan nyawa ratusan korban serangan di Gaza, termasuk lansia, perempuan, dan anak-anak.
Panel diskusi turut membahas peran media sosial dalam membentuk opini publik AS, dugaan sensor algoritma untuk melindungi Israel, hingga perlawanan terhadap undang-undang di 36 negara bagian AS yang melarang gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS).
Selain itu, Dr Abdul El-Sayed, mantan Direktur Departemen Kesehatan Wayne County, juga mengumumkan pencalonannya dalam pemilihan Senat AS Michigan tahun depan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




