ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

80 Persen Wilayah Gaza Hancur Lebur, 1 Juta Warga Tinggal di Tenda

Rabu, 19 November 2025 | 10:09 WIB
WA
WA
Penulis: Widi Agustian | Editor: WA
Bangunan-bangunan yang hancur akibat operasi darat dan udara Israel terlihat di Jalur Gaza saat matahari terbenam, terlihat dari Israel selatan, Jumat 5 September 2025.
Bangunan-bangunan yang hancur akibat operasi darat dan udara Israel terlihat di Jalur Gaza saat matahari terbenam, terlihat dari Israel selatan, Jumat 5 September 2025. (AP/AP)

Jakarta, Beritasatu.com — Situasi kemanusiaan di Jalur Gaza kembali disorot setelah Duta Besar Palestina untuk Austria sekaligus Pengamat Tetap Palestina di PBB, Salah Abdel Shafi mengungkapkan sebagian besar wilayah tersebut kini porak-poranda. Ia menyebut sekira 80% Gaza telah hancur dan lebih dari 1 juta penduduk terpaksa tinggal di tenda darurat di pinggir jalan.

“Orang-orang perlu tempat berlindung. Tak ada sekolah lagi, seluruh 14 universitas hancur dan lebih dari separuh gedung sekolah lenyap,” ujarnya, dilansir dari Antara.

Menurut otoritas Gaza, Israel terus membatasi masuknya suplai penting seperti tenda, kasur, selimut, pemanas, bahan insulasi, hingga kabin sanitasi. Kondisi cuaca yang makin dingin disertai hujan membuat lebih dari 288.000 keluarga menghadapi tekanan hidup yang semakin berat.

ADVERTISEMENT

Pada awal November, otoritas Gaza melaporkan bahwa sejak gencatan senjata dimulai, Israel hanya mengizinkan 4.400 truk bantuan berisi makanan, bahan bakar, dan kebutuhan pokok lainnya masuk. Jumlah itu hanya sekira 28% dari total bantuan yang telah disepakati. Di sisi lain, lebih dari 350 jenis bahan pangan, termasuk daging, ikan, telur, buah, sayuran, dan sejumlah produk susu, masih diblokir untuk masuk ke wilayah tersebut.

Gencatan senjata antara Israel dan Hamas mulai berlaku pada 10 Oktober. Selanjutnya, Presiden AS Donald Trump bersama Presiden Mesir Abdel Fattah Sisi, Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani, dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menandatangani deklarasi yang memperkuat perjanjian penghentian permusuhan.

Kemudian, Hamas membebaskan seluruh 20 sandera yang masih hidup sejak penculikan pada 7 Oktober 2023, sementara Israel melepaskan sekitar 2.000 tahanan Palestina, termasuk mereka yang sebelumnya divonis hukuman panjang.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Menlu: Indonesia Tegas Tolak Rencana Israel Kuasai 70 Persen Area Gaza

Menlu: Indonesia Tegas Tolak Rencana Israel Kuasai 70 Persen Area Gaza

INTERNASIONAL
Relawan RI: Sopir Truk Bantuan Gaza Diancam Dibunuh di Libya Timur

Relawan RI: Sopir Truk Bantuan Gaza Diancam Dibunuh di Libya Timur

INTERNASIONAL
Dana Rekonstruksi Gaza Bentukan Trump Ternyata Masih Kosong

Dana Rekonstruksi Gaza Bentukan Trump Ternyata Masih Kosong

INTERNASIONAL
Bos Militer Hamas Tewas Dibom Israel Jelang Idul Adha di Gaza

Bos Militer Hamas Tewas Dibom Israel Jelang Idul Adha di Gaza

INTERNASIONAL
Israel Klaim Sukses Kirim Bos Baru Hamas Mohammed Odeh ke Neraka

Israel Klaim Sukses Kirim Bos Baru Hamas Mohammed Odeh ke Neraka

INTERNASIONAL
Jusuf Kalla Serukan Rehabilitasi Gaza pada Momen Iduladha

Jusuf Kalla Serukan Rehabilitasi Gaza pada Momen Iduladha

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon