Ribuan Jadwal Penerbangan Dibatalkan Mendadak, Ini Kronologinya
Selasa, 9 Desember 2025 | 16:25 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kekacauan dunia penerbangan di India kembali menjadi sorotan setelah ribuan jadwal penerbangan maskapai IndiGo dibatalkan secara mendadak.
Dampaknya tak hanya terasa pada perubahan rencana perjalanan penumpang, tetapi juga meluas pada masalah bagasi yang tercecer di berbagai bandara utama.
Hampir sepekan setelah gangguan besar terjadi, ribuan koper masih menumpuk tanpa kejelasan, memicu amarah dan keputusasaan para penumpang.
Gelombang kekecewaan itu semakin kuat setelah foto-foto tumpukan koper viral di media sosial. Dari New Delhi, Mumbai, hingga Bengaluru, deretan bagasi bertanda keamanan tampak memenuhi area bandara yang seharusnya menjadi ruang tunggu nyaman bagi calon penumpang.
Lantas, apa sebenarnya yang terjadi pada kasus ini? Dihimpun Beritasatau.com dari berbagai sumber, berikut kronologinya:
Pembatalan Massal Penerbangan
IndiGo, maskapai dengan pangsa pasar domestik sekitar 65%, mengonfirmasi telah membatalkan lebih dari 2.000 penerbangan.
Manajemen maskapai mengakui kegagalan mereka dalam mengantisipasi pemberlakuan aturan baru mengenai waktu istirahat pilot.
Ketentuan tersebut membatasi jam kerja kru dan menambah kewajiban istirahat, sehingga memicu kekurangan pilot siap terbang.
Akibat kelalaian perencanaan tersebut, jadwal operasional mendadak berantakan. Ribuan penumpang terdampar, baik mereka yang hendak bepergian untuk liburan keluarga, menghadiri acara pernikahan, hingga urusan bisnis penting.
Banyak pihak menilai insiden ini sebagai salah satu gangguan operasional terparah yang pernah menimpa industri penerbangan di negara tersebut.
Masalah tidak berhenti pada pembatalan semata. Restrukturisasi jadwal dengan rute transit dan penerbangan koneksi membuat ribuan koper tersesat.
Tidak sedikit bagasi yang berisi barang vital seperti paspor, kunci rumah, obat-obatan, hingga pakaian khusus acara penting.
Keluhan pun membanjiri media sosial. Hingga Selasa (9/12/2025), unggahan penumpang memperlihatkan koper yang menggunung. Banyak di antara mereka mencoba meminta bantuan langsung melalui akun resmi IndiGo di X, namun respons maskapai dinilai lamban dan kurang solutif.
Bahkan, Times of India mengunggah foto dengan judul menyentil “Delhi Left Holding The Bag” dalam laporannya yang menampilkan ratusan koper memadati area duduk penumpang di Bandara New Delhi.
Pemerintah Turun Tangan
Melihat eskalasi masalah, pemerintah India mengeluarkan perintah tegas kepada IndiGo pada Minggu malam. Maskapai diwajibkan melacak seluruh bagasi yang terpisah akibat gangguan penerbangan dan mengantarkannya kembali kepada pemilik dalam waktu maksimal 48 jam.
Pemerintah melaporkan bahwa hingga Sabtu, sekitar 3.000 koper telah berhasil dikirim ke berbagai kota di seluruh India. Meski demikian, bagi banyak penumpang, penantian mendapatkan bagasi masih terasa seperti perjalanan tambahan yang tak berujung.
Kisah Penumpang yang Terlantar
Dilansir dari laporan Reuters, salah satu cerita datang dari Vikash Bajpai (47). Selama empat hari, ia dan ibunya yang berusia 72 tahun menunggu dua koper yang tak kunjung tiba setelah melakukan perjalanan dari Kanpur menuju Pune, seusai menghadiri sebuah pernikahan.
"Saya diberi nomor untuk dihubungi, tapi tidak ada yang menjawab telepon. Di dalam koper itu ada pakaian dan sepatu pesta yang mahal, serta obat-obatan ibu saya," kata Bajpai kepada Reuters, dikutip Selasa (9/12/2025).
Perjalanan mereka pun menjadi panjang dan melelahkan. Mereka menginap semalam di hotel New Delhi, terbang ke Mumbai, lalu melanjutkan perjalanan darat menuju Pune dengan taksi. Namun setibanya di Mumbai, koper mereka tetap tidak ditemukan.
Menurut Bajpai, di dalam koper terdapat barang berharga berupa pakaian pesta, sepatu mahal, dan obat-obatan penting milik ibunya. Ia memperkirakan isi bagasi tersebut senilai 90.000 rupee atau sekitar Rp 16,6 juta.
“Saya sangat kecewa. Saya diberi nomor kontak, tetapi tak ada satu pun yang menjawab,” keluhnya.
Di sisi lain, seorang eksekutif senior IndiGo yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa seluruh tim kini bekerja tanpa henti demi mengurai kekacauan bagasi dan memastikan koper segera kembali ke tangan pemilik.
Kekurangan Pilot Picu Gelombang Krisis
Kekacauan penerbangan mulai memuncak pada Jumat (5/12/2025). Ratusan penerbangan dibatalkan hanya dalam satu hari setelah maskapai kesulitan menyesuaikan jadwal dengan aturan kru yang baru.
Mengingat IndiGo memiliki pangsa pasar sekitar 60% dan mengoperasikan lebih dari 2.000 penerbangan setiap harinya, efek domino pun tak terhindarkan.
Seluruh penerbangan IndiGo dari ibu kota New Delhi pada hari itu dibatalkan. Ribuan penumpang terlantar berjam-jam tanpa kepastian, sebagian mengeluhkan minimnya makanan, air minum, serta komunikasi yang jelas dari pihak maskapai. Banyak yang kebingungan mencari informasi lanjutan mengenai jadwal keberangkatan mereka.
Situasi ini memicu gelombang protes luas. Otoritas bandara dan pemerintah pusat mendesak IndiGo untuk meningkatkan kualitas layanan kepada penumpang serta segera memulihkan operasional normal.
Upaya Pemulihan dan Kelonggaran Aturan
IndiGo menyatakan bahwa operasional penerbangannya ditargetkan kembali normal sepenuhnya pada 10 Februari. Sambil menunggu stabilisasi, maskapai meminta keringanan sementara atas aturan baru terkait waktu istirahat pilot, termasuk pembatasan tugas malam hari.
Demi meminimalkan gangguan lanjutan, maskapai juga memangkas sejumlah jadwal penerbangan mulai 8 Desember 2025.
Pemerintah menyebut sedang memantau situasi secara ketat. Menteri penerbangan federal bahkan menyampaikan kekecewaannya terhadap cara IndiGo menangani krisis ini.
Dalam pernyataan terpisah, regulator penerbangan menegaskan bahwa masalah utama timbul akibat kesalahan penilaian serta lemahnya perencanaan dalam penerapan aturan jam tugas pilot yang baru.
Regulator pun menginstruksikan IndiGo untuk menyerahkan rencana terperinci mencakup rekrutmen kru, pelatihan, restrukturisasi daftar pilot, penilaian risiko keselamatan, hingga strategi mitigasi lainnya.
Beberapa laporan media lokal menyebutkan bahwa maskapai telah mendapatkan keringanan atas aturan istirahat pilot. Sebelumnya, pilot dilarang menggabungkan cuti dengan masa istirahat mingguan, namun kini disebut telah dilonggarkan demi menjaga stabilitas operasi, meski informasi ini belum terverifikasi secara independen.
Namun, langkah tersebut menuai kritik keras dari Asosiasi Pilot Maskapai India. Mereka menilai keringanan apa pun yang mengurangi jam istirahat bertentangan dengan semangat regulasi baru dan berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan.
Aturan Baru dan Lonjakan Musim Liburan
Dalam ketentuan terbaru, pilot diwajibkan memperoleh waktu istirahat yang lebih panjang serta melakukan minimal dua pendaratan malam setiap pekan.
Pemberlakuan regulasi ini terjadi bertepatan dengan bulan Desember, yang dikenal sebagai periode paling sibuk di India karena libur sekolah dan puncak musim pernikahan.
Untuk mengurangi beban penumpang, IndiGo mengumumkan pembebasan biaya pembatalan atau penjadwalan ulang perjalanan untuk tiket antara 5 hingga 15 Desember 2025. Maskapai juga menyediakan fasilitas hotel serta makanan bagi penumpang yang penerbangannya terganggu.
Sementara itu, sejumlah bandara besar seperti Delhi, Mumbai, dan kota-kota lain mengeluarkan imbauan resmi agar calon penumpang memeriksa status penerbangan mereka terlebih dahulu sebelum berangkat ke bandara.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




