Dokumen Epstein Dibuka ke Publik, Nama Trump dan Bill Clinton Terseret
Minggu, 28 Desember 2025 | 06:36 WIB
Rilis pertama dilakukan pada Jumat (19/12/2025), bertepatan dengan tenggat waktu undang-undang. Wakil Jaksa Agung Todd Blanche saat itu menyebutkan “ratusan ribu” dokumen akan dipublikasikan.
Kementerian Kehakiman juga menyatakan tengah merilis “gelombang besar dokumen baru” dan menyindir pemerintahan sebelumnya yang dinilai tidak membuka arsip serupa. Proses pengunggahan berlanjut hingga Sabtu dini hari.
Rilis lanjutan yang lebih besar dilakukan pada Selasa, 23 Desember, dengan hampir 30.000 halaman tambahan. Itu menjadi rilis terakhir hingga kini.
Sebagai catatan, pada November lalu Komite Pengawasan DPR AS secara terpisah juga telah merilis sekitar 23.000 halaman dokumen terkait Epstein yang diperoleh dari pihak estate-nya, dan sebagian dokumen tersebut kembali dimuat di laman DOJ.
“Epstein Library” dibagi dalam empat kategori utama, termasuk arsip pengadilan dari lebih dari 50 perkara pidana dan perdata yang melibatkan Epstein dan rekan dekatnya, Ghislaine Maxwell, yang kini menjalani hukuman penjara.
Kategori terpenting adalah “DOJ Disclosures” yang memuat sebagian besar dokumen baru. Di dalamnya terungkap antara lain surat panggilan terhadap Mar-a-Lago pada 2021 sebelum persidangan Maxwell, korespondensi jaksa federal terkait penerbangan Donald Trump dengan jet Epstein pada 1990-an, serta foto-foto mantan Presiden Bill Clinton bersama Epstein.
Baik Trump maupun Clinton telah membantah melakukan pelanggaran dan tidak pernah didakwa terkait kasus Epstein.
Kategori tersebut juga sempat memuat surat tulisan tangan yang diklaim ditandatangani Epstein dan ditujukan kepada Larry Nassar, terpidana kejahatan seksual. Dokumen tersebut sempat viral, namun DOJ kemudian menyatakan surat itu palsu.
DOJ sebelumnya menyebut masih ada ratusan ribu halaman dokumen lain yang akan dirilis. Namun, pada malam Natal, departemen tersebut mengungkapkan bahwa kantor kejaksaan Manhattan dan FBI menemukan lebih dari satu juta dokumen tambahan yang berpotensi terkait kasus Epstein.
DOJ meminta publik bersabar, dengan menyatakan proses penelaahan membutuhkan waktu lebih lama karena volume dokumen yang sangat besar. Pengumuman itu memicu kemarahan lintas partai di Kongres dan kekecewaan dari komunitas penyintas Epstein.
Mereka mempertanyakan bagaimana dokumen sebanyak itu baru ditemukan, meskipun undang-undang telah disahkan sebulan lalu dan Jaksa Agung sebelumnya telah memerintahkan FBI menyerahkan seluruh arsip Epstein.
Belum diketahui secara pasti isi dari jutaan dokumen tambahan tersebut. Namun, sejumlah anggota Kongres menyatakan dokumen terpenting justru belum dibuka, termasuk draf dakwaan federal 60 pasal terhadap Epstein pada 2007 yang tidak pernah diajukan, serta memo pendukung setebal 82 halaman.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




