ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Dokumen Epstein Dibuka ke Publik, Nama Trump dan Bill Clinton Terseret

Minggu, 28 Desember 2025 | 06:36 WIB
MK
MK
Penulis: Martin Bagya Kertiyasa | Editor: MBK
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (AP Photo/AP)

Jakarta, Beritasatu.com – Polemik seputar pembukaan arsip kasus Jeffrey Epstein dipastikan berlanjut hingga 2026, meskipun tenggat waktu pengungkapan seluruh dokumen telah berlalu pada pekan lalu.

Kongres Amerika Serikat sebelumnya mengesahkan undang-undang transparansi dengan dukungan hampir bulat yang mewajibkan Departemen Kehakiman (DOJ) merilis seluruh arsip terkait Jeffrey Epstein, mantan finansier yang dihukum atas kejahatan seksual terhadap puluhan anak di bawah umur.

Epstein sendiri sudah meninggal dunia pada 2019 dan dinyatakan bunuh diri. Meski demikian, arsip yang dikenal sebagai Epstein files mencakup lebih dari 300 gigabita data berupa dokumen, video, foto, dan rekaman audio yang tersimpan dalam sistem manajemen perkara elektronik utama FBI.

ADVERTISEMENT

Mayoritas dokumen berasal dari dua penyelidikan besar FBI terhadap Epstein di Florida dan New York yang berlangsung selama puluhan tahun.

Berdasarkan undang-undang tersebut, DOJ diberi batas waktu hingga 19 Desember untuk membuka seluruh arsip. Sejak itu, departemen tersebut telah mengunggah ratusan ribu dokumen ke laman khusus di situs resminya yang diberi nama “Epstein Library”.

Dokumen yang telah dipublikasikan mencakup arsip pengadilan, tanggapan atas permintaan keterbukaan informasi publik (Freedom of Information Act), serta dokumen yang sebelumnya pernah dirilis Komite Pengawasan dan Reformasi Pemerintah DPR AS.

Namun, sejumlah korban Epstein dan anggota parlemen dari kedua partai mengkritik rilis tersebut karena dinilai belum lengkap dan terlalu banyak bagian yang disensor. Sebaliknya, beberapa pihak juga menyoroti adanya bagian yang justru kurang disamarkan sehingga berpotensi mengungkap identitas korban.

Situasi semakin memanas setelah DOJ secara mengejutkan mengumumkan pada Rabu (24/12/2025) lalu bahwa mereka menemukan lebih dari satu juta dokumen tambahan yang berpotensi terkait dengan Epstein. Dokumen tersebut disebut membutuhkan waktu “beberapa pekan” untuk ditelaah sebelum dirilis.

Pejabat DOJ yang merupakan penunjukan Presiden Donald Trump menyatakan proses dilakukan dengan itikad baik untuk mempercepat keterbukaan informasi, sembari memastikan identitas korban tetap terlindungi sebagaimana diwajibkan undang-undang. Hingga Jumat, DOJ belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan komentar dari CNN.

Ratusan Ribu Dokumen Telah Dirilis

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Audit Kasus Epstein Diminta Transparan Tanpa Intervensi

Audit Kasus Epstein Diminta Transparan Tanpa Intervensi

INTERNASIONAL
Memo FBI Ungkap Gadis 13 Tahun Tuduh Trump Lakukan Pelecehan Seksual

Memo FBI Ungkap Gadis 13 Tahun Tuduh Trump Lakukan Pelecehan Seksual

INTERNASIONAL
Ini 2 Sosok Wanita Rusia yang Diakui Bill Gates Jadi Selingkuhan

Ini 2 Sosok Wanita Rusia yang Diakui Bill Gates Jadi Selingkuhan

INTERNASIONAL
Bill Gates Mengakui Pernah Bertemu Jeffrey Epstein

Bill Gates Mengakui Pernah Bertemu Jeffrey Epstein

INTERNASIONAL
Misteri Hilangnya Nama Trump pada Dokumen Epstein

Misteri Hilangnya Nama Trump pada Dokumen Epstein

INTERNASIONAL
Bill Gates Akui Pernah Selingkuh dengan 2 Perempuan Rusia

Bill Gates Akui Pernah Selingkuh dengan 2 Perempuan Rusia

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon