Maduro Kirim Pesan Pertama dari Penjara 'Neraka' di MDC Brooklyn
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:06 WIB
New York, Beritasatu.com – Mantan Presiden Venezuela Nicolás Maduro akhirnya mengirimkan pesan perdana dari balik jeruji besi di Amerika Serikat. Melalui tim pengacaranya, Maduro menyatakan dirinya dalam kondisi "baik-baik saja" dan meminta para pendukungnya untuk tetap tegar.
"Para pengacara mengatakan bahwa ayah saya sangat kuat. Dia berpesan agar semua orang tidak bersedih. Orang tua saya baik-baik saja, mereka adalah pejuang," ungkap Nicolas Maduro Guerra, putra sang Presiden, dalam video resmi yang dirilis partai PSUV pada, Sabtu (10/1/2026).
Maduro dan istrinya, Cilia Flores, diekstradisi ke AS pada 3 Januari lalu setelah operasi militer besar-besaran. Saat ini, mereka mendekam di Metropolitan Detention Center (MDC) Brooklyn, New York, sembari menunggu persidangan.
Penahanan Maduro memicu kekhawatiran karena reputasi buruk penjara MDC Brooklyn. Fasilitas yang menampung sekitar 1.300 tahanan ini sering dijuluki sebagai "neraka di bumi". Penjara ini sebelumnya menahan tokoh besar seperti mantan Presiden Honduras Juan Orlando Hernández dan eks kepala intelijen Venezuela Hugo Carvajal.
Lembaga Bantuan Hukum setempat mengkritik keras kondisi MDC karena sejarah panjang pengabaian medis dan pelanggaran hak sipil. Kabar menyebutkan fasilitas ini kekurangan pemanas saat musim dingin, bahkan makanan yang disajikan terkadang tercemar belatung.
"Ini benar-benar neraka. Hampir tidak ada ventilasi atau pemanas. Tahanan hanya diberi satu selimut wol dan tidur di atas kasur tipis di atas pelat logam," ujar Sam Mangel, seorang konsultan penjara federal.
Keamanan Ketat dan Sel Isolasi
Mengingat profil risikonya yang tinggi, para pakar meyakini Maduro dan Flores ditempatkan di sel isolasi terpisah dari anggota geng atau tahanan lain untuk menghindari bahaya fisik. Hugh Hurwitz, mantan kepala Biro Penjara Federal AS, menyebut pasangan ini kemungkinan besar tidak bisa berkomunikasi secara rutin kecuali saat pertemuan bersama pengacara.
Meski kondisi penjara dikritik, Biro Penjara Federal AS mengklaim telah melakukan perbaikan besar baru-baru ini, termasuk menambah staf medis dan memperbaiki sistem pendingin serta pemanas ruangan di fasilitas tersebut.
Dalam persidangan perdana pada 5 Januari 2026, Maduro didakwa atas empat tuduhan berat:
- Konspirasi terorisme narkoba (narco-terrorism).
- Konspirasi impor kokain.
- Kepemilikan senapan mesin dan bahan peledak.
- Konspirasi kepemilikan senjata ilegal.
Sementara itu, Cilia Flores dituduh memerintahkan penculikan serta menerima suap. Keduanya dengan tegas menyatakan tidak bersalah atas semua tuduhan tersebut.
Kesehatan pasangan ini juga menjadi sorotan. Flores terlihat hadir di pengadilan dengan perban di dahi, yang diduga akibat benturan saat penangkapan oleh pasukan khusus AS. Sidang lanjutan dijadwalkan akan digelar pada 17 Maret 2026.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




