Janji Bantuan Segera Datang, Trump Terus Gelorakan Demonstran Iran
Rabu, 14 Januari 2026 | 10:42 WIB
Paris, Beritasatu.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan dukungan terbuka bagi rakyat Iran untuk terus melanjutkan aksi protes terhadap kepemimpinan teokratis negara tersebut. Di tengah meningkatnya kemarahan global atas tindakan keras aparat, Trump menegaskan bahwa "bantuan sedang dalam perjalanan" untuk para demonstran.
Gelombang demonstrasi massal yang pecah sejak Kamis lalu menjadi tantangan paling serius bagi kepemimpinan ulama Iran sejak Revolusi Islam 1979. Meski Teheran mengeklaim telah mengendalikan situasi, laporan dari berbagai kelompok hak asasi manusia menunjukkan realitas yang jauh lebih kelam di lapangan.
Bukti kekerasan terus bermunculan meski pemerintah melakukan pemadaman internet selama hampir lima hari. Video yang diverifikasi oleh AFP menunjukkan pemandangan mengerikan di kamar mayat Kahrizak, selatan Teheran. Puluhan jenazah yang terbungkus kantong hitam berjejer, sementara keluarga korban tampak putus asa mencari orang-orang terkasih mereka.
Melalui platform Truth Social, Trump mendesak para "Patriot Iran" untuk tidak menyerah dan mencatat nama-nama pelaku kekerasan.
"Para Patriot Iran, Terus Berprotes. Saya telah membatalkan semua pertemuan dengan pejabat Iran sampai pembunuhan tanpa akal sehat terhadap para demonstran berhenti. Bantuan sedang dalam perjalanan," tulis Trump pada Selasa (13/1/2026).
Prancis, Jerman, dan Inggris telah memanggil duta besar Iran di negara masing-masing sebagai bentuk protes diplomatik. Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, menyebut tindakan Teheran sebagai kekerasan negara yang dilepaskan terhadap demonstran damai.
Kepala Uni Eropa, Ursula von der Leyen, turut mengecam jumlah korban yang terus meningkat. Ia berjanji akan menjatuhkan sanksi tambahan bagi pihak-pihak yang bertanggung jawab atas tumpahnya darah di Iran.
LSM Iran Human Rights (IHR) yang berbasis di Norwegia sejauh ini telah mengonfirmasi 734 kematian, termasuk sembilan anak di bawah umur. Namun, angka tersebut diprediksi hanyalah puncak gunung es.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




