ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Janji Bantuan Segera Datang, Trump Terus Gelorakan Demonstran Iran

Rabu, 14 Januari 2026 | 10:42 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Cuplikan gambar ini dari rekaman yang beredar di media sosial menunjukkan para pengunjuk rasa menari dan bersorak di sekitar api unggun saat mereka turun ke jalan meskipun penindakan semakin intensif karena Republik Islam tetap terisolasi dari dunia luar, di Teheran, Iran, 9 Januari 2026.
Cuplikan gambar ini dari rekaman yang beredar di media sosial menunjukkan para pengunjuk rasa menari dan bersorak di sekitar api unggun saat mereka turun ke jalan meskipun penindakan semakin intensif karena Republik Islam tetap terisolasi dari dunia luar, di Teheran, Iran, 9 Januari 2026. (AP/AP)

Paris, Beritasatu.com –  Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan dukungan terbuka bagi rakyat Iran untuk terus melanjutkan aksi protes terhadap kepemimpinan teokratis negara tersebut. Di tengah meningkatnya kemarahan global atas tindakan keras aparat, Trump menegaskan bahwa "bantuan sedang dalam perjalanan" untuk para demonstran.

Gelombang demonstrasi massal yang pecah sejak Kamis lalu menjadi tantangan paling serius bagi kepemimpinan ulama Iran sejak Revolusi Islam 1979. Meski Teheran mengeklaim telah mengendalikan situasi, laporan dari berbagai kelompok hak asasi manusia menunjukkan realitas yang jauh lebih kelam di lapangan.

Bukti kekerasan terus bermunculan meski pemerintah melakukan pemadaman internet selama hampir lima hari. Video yang diverifikasi oleh AFP menunjukkan pemandangan mengerikan di kamar mayat Kahrizak, selatan Teheran. Puluhan jenazah yang terbungkus kantong hitam berjejer, sementara keluarga korban tampak putus asa mencari orang-orang terkasih mereka.

ADVERTISEMENT

Melalui platform Truth Social, Trump mendesak para "Patriot Iran" untuk tidak menyerah dan mencatat nama-nama pelaku kekerasan.

"Para Patriot Iran, Terus Berprotes. Saya telah membatalkan semua pertemuan dengan pejabat Iran sampai pembunuhan tanpa akal sehat terhadap para demonstran berhenti. Bantuan sedang dalam perjalanan," tulis Trump pada Selasa (13/1/2026).

Prancis, Jerman, dan Inggris telah memanggil duta besar Iran di negara masing-masing sebagai bentuk protes diplomatik. Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, menyebut tindakan Teheran sebagai kekerasan negara yang dilepaskan terhadap demonstran damai.

Kepala Uni Eropa, Ursula von der Leyen, turut mengecam jumlah korban yang terus meningkat. Ia berjanji akan menjatuhkan sanksi tambahan bagi pihak-pihak yang bertanggung jawab atas tumpahnya darah di Iran.

LSM Iran Human Rights (IHR) yang berbasis di Norwegia sejauh ini telah mengonfirmasi 734 kematian, termasuk sembilan anak di bawah umur. Namun, angka tersebut diprediksi hanyalah puncak gunung es.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon